Harga Pangan Mendapat Perhatian Khusus Jelang Bulan Puasa
Ilustrasi Pangan (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta: Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, meminta aparat kepolisian untuk turun langsung memantau harga dan pasokan pangan di sejumlah pasar. Tim kepolisian yang diminta bergerak ialah dari pusat maupun daerah.

"Kementerian Perdagangan telah dan akan selalu bekerjasama dengan Perum BULOG, mensuplay bahan pangan ke wilayah-wilayah ataupun pasar yang defisit, sehingga harga dan pasokan pangan selama HBKN (Hari Besar Keagamaan dan Nasional) tetap terjaga," ujar Enggar melalui keterangan tertulis, Jumat, 4 Mei 2018.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto meminta tim kepolisian di setiap wilayah, turut serta melakukan pemantauan terhadap harga dan pasokan pangan di pasar-pasar. Personel Satgas Pangan, Sabhara, maupun Binmas, diarahkan untuk ikut memantau.

"Pemantauan ini penting, agar memberikan efek psikologis positif, baik kepada para pedagang maupun masyarakat," jelas Setyo.

Terkait pemantauan harga pangan jelang puasa, Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, mengungkapkan bahwa menjaga ketersediaan stok pangan dinilai penting untuk menciptakan stabilitas harga dan pasokan pangan.

"Saya juga meminta bantuan Polda di daerah surplus atau sentra, agar produksi pangan diwilayahnya untuk menjaga ketahanan dan stabilitas pangan," beber Budi Waseso.

Terkait pengamanan HBKN 2018, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kurnia Toha, menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi berbagai simpul distribusi pangan dari tingkat produsen hingga konsumen. Selain itu, juga telah melakukan identifikasi terhadap para pelaku pasar komoditas pangan.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id