Komisi XI Apresiasi Pengendalian Inflasi Sumbar

Anggi Tondi Martaon 31 Mei 2018 15:36 WIB
berita dpr
Komisi XI Apresiasi Pengendalian Inflasi Sumbar
Komisi XI Apresiasi Pengendalian Inflasi Sumbar. Foto: Dok. DPR
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) triwulan I tahun 2018 menurun dibandingkan sebelumnya. Bahkan, capaian pertumbuhan ekonomi di ranah Minang paling buncit di ranking nasional.

Meskipun begitu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir tetap mengapresiasi kinerja Pemprov Sumbar dalam perekonomian. Pasalnya, pemerintahan daerah yang dipimpin oleh Gamawan Fauzi itu mampu menjaga inflasi hingga April 2018. 

Tercatat inflasi di Sumber berada di angka 0,69 persen dan hingga akhir tahun diperkirakan berada di kisaran 3,51 persen. "Ini hasil kerja keras dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Pemerintah Daerah serta seluruh stakeholder yang dapat mengendalikan inflasi daerah dengan menekan volatile food-nya,” kata Hafisz Tohir, dalam keterangan tertulis, Kamis, 31 Mei 2018. 

Politikus PAN itu pun mendorong TPID harus diperkuat fungsi dan kewenangannya. Menurutnya, TPID seharusnya dapat mengintervensi pasar melalui operasi pasar, bukan hanya sekadar memantau inflasi dengan kewenangan redistribusinya.

“Inflasi menjadi momok bagi perekonomian kita, dan ini tugas kita bersama untuk mengendalikannya,” imbuh Hafisz.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Willgo Zainar melihat bahwa inflasi yang terjadi di Sumbar banyak dipengaruhi oleh supply and demand daripada produk yang mempunyai administrate prices, yaitu harga produk yang sudah ditetapkan dari pemerintah pusat. Kebijakan pemerintah pusat terhadap tarif listrik, BBM, tarif pesawat terbang, Organda, dan LPG serta gas, membuat inflasi menjadi sulit diintervensi.

“Pemerintah harus hadir dan menjaga stabilitas inflasi daerah ini, karena inflasi ini mencuri kekayaan rakyat. Inflasi menyebabkan faktor angka kemiskinan melebar, karena masyarakat terbebani oleh biaya yang lebih tinggi daripada pendapatan mereka,” ujar politikus Partai Gerindra itu. 




(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id