Ilustrasi (MI/MOHAMAD IRFAN)
Ilustrasi (MI/MOHAMAD IRFAN)

2022, BRI Bidik Komposisi Kredit UMKM Capai 80%

Ekonomi bri
Antara • 15 Agustus 2019 14:00
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI menargetkan komposisi penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada 2022 mencapai 80 persen dari total portofolio kredit bank tersebut. Target peningkatan tersebut diharapkan tercapai dan nantinya memberi efek positif terhadap laju bisnis.
 
"Secara konsisten perseroan meningkatkan komposisi kredit UMKM dibandingkan dengan kredit korporasi, dan kami targetkan pada 2022 komposisi penyaluran kredit UMKM BRI mencapai 80 persen dari total portofolio kredit BRI,” kata Direktur Utama BRI Suprajarto, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Suprajarto menjelaskan, hingga akhir Juni 2019, BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp888,32 triliun. Pencapaian ini meningkat 11,84 persen dibandingkan dengan penyaluran pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran kredit itu didominasi ke segmen UMKM yaitu sebesar 76,72 persen atau senilai Rp681,50 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyaluran kredit UMKM BRI untuk triwulan II/2019 tercatat tumbuh 13 persen year on year (YoY). Menurut dia pencapaian itu selaras dengan strategi perseroan yang terus memperbesar porsi penyaluran kredit ke segmen UMKM.
 
Guna menjalankan fungsinya sebagai agent of development dalam mendukung program pemerintah, Suprajarto menjelaskan, BRI terus melakukan pembiayaan kepada para pelaku UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir Juni 2019, tercatat BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp50,29 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur.
 
"Ini setara dengan 57,8 persen dari target breakdown yang diberikan kepada BRI oleh pemerintah pada 2019 sebesar Rp86,97 triliun," katanya.
 
Tidak hanya pembiayaan, BRI juga turut berperan dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para pelaku UMKM. Sampai pertengahan 2019, pembiayaan BRI mendukung 1,1 juta pelaku UMKM sukses naik kelas. Sekitar 65 persen dari jumlah tersebut didominasi oleh pelaku UMKM yang mengajukan pembiayaan mikro.
 
Menurut Suprajarto komitmen BRI untuk terus menggarap segmen UMKM mampu menjadi tulang punggung kinerja perseroan yang positif dan berkelanjutan. Hingga akhir triwulan II/2019, secara konsolidasi BRI mampu mencetak laba Rp16,16 triliun atau tumbuh 8,19 persen dengan aset mencapai Rp1.288,2 triliun atau tumbuh 11,7 persen.
 
BRI juga mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp945,05 triliun atau tumbuh 12,78 persen. Proporsi DPK BRI masih didominasi oleh dana murah (CASA) berupa tabungan dan giro dengan komposisi mencapai 57,35 persen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif