Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Biayai UMKM, Bank Mandiri Kerja Sama dengan Fintech

Ekonomi fintech
Nia Deviyana • 25 April 2019 23:00
Jakarta: PT Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 27 ribu pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan total Rp55 triliun pada 2018. Model pembiayaan telah bertransformasi dengan kebutuhan pasar, salah satunya bekerja sama dengan perusahaan financial technology (fintech), sebagai penyedia dana.
 
"Karena banyak juga UKM yang lebih dekat dengan fintech. Saat ini kita bekerja sama dengan Amartha, Koinworks dan Bukalapak," jelas Senior Vice President Retail Deposit Product & Solution Bank Mandiri di acara Mekari Conference, Jakarta, Kamis, 25 April 2019.
 
Gumilang menuturkan sektor UKM sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 60 persen. Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga sangat tinggi, mencapai 97 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, salah satu tantangan yang harus dihadapi dunia bisnis saat ini menurut Gumilang adalah VUCA world yaitu Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity dimana terjadi perubahan dan disruptive yang sangat cepat, khususnya disruptive yang diakibatkan perkembangan teknologi digital.
 
"Tidak hanya dihadapi oleh perusahaan besar, namun juga dihadapi para pelaku bisnis di segmen UKM. Sehingga para pelaku UKM juga harus mempersiapkan diri menghadapi hal ini," papar Gumilang.
 
Dunia perbankan, lanjut Gumilang, mendukung upaya digitalisasi industry dalam negeri di sisi pengelolaan finansial melalui solusi integrated payment yang dapat dinikmati oleh seluruh segmen industri, termasuk segmen UKM.
 
Misalnya, melalui layanan Mandiri Cash Management yang membantu UKM dalam mengelola arus kas secara real time, layanan host-to-host, serta layanan Mandiri payroll yang dapat membantu pelaku UKM mengoptimalkan likuiditas dan benefit bagi karyawannya.
 
Pengguna Cash Management pada 2018 mencapai 25 ribu nasabah perusahaan, dengan frekuensi transaksi finansial nasabah sebesar 245 juta transaksi, dan nilai mencapai Rp8 ribu triliun.
 
"Frekuensi dan nilai itu tumbuh masing-masing 28,7 persen dan 15,7 persen dari tahun sebelumnya," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif