BI Perkirakan Inflasi DKI Jakarta Mereda di November
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) DKI Jakarta memperkirakan tekanan inflasi pada November 2018 akan mereda. Di tengah risiko kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi akibat harga minyak internasional yang meningkat, harga bahan makanan diperkirakan tetap terjaga.

"Hal itu dengan memerhatikan kebijakan harga pemerintah terkait komoditas-komoditas yang harganya dikendalikan, serta perkembangan harga-harga, serta pantauan terhadap beberapa komoditas di pasar-pasar di Jakarta," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Trisno Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 2 November 2018.

Sementara itu, selama November 2018 tidak ada momen khusus yang dapat memengaruhi permintaan masyarakat secara signifikan. Dengan kondisi ini tekanan harga dari sisi permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa secara umum relatif dapat terjaga.

Dirinya menambahkan penguatan koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakara, dan BUMD yang bergerak di bidang pangan melalui TPID sangat diperlukan untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi di 2018 sesuai dengan sasaran inflasi nasional 3,5 plus minus satu persen.

"TPID Jakarta akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi agar penerapan harga barang dan jasa yang dikendalikan oleh pemerintah tidak menganggu pencapaian sasaran inflasi secara umum. Stabilitas harga pangan juga akan terus dijaga melalui kesinambungan pasokan di ibu kota," jelas dia.

Pada Oktober 2018, inflasi di DKI Jakarta tercatat sebesar 0,28 persen (mtm), atau lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun sebelumnya yaitu 0,09 persen (mtm). Dengan perkembangan ini, laju inflasi DKI Jakarta sejak awal tahun tercatat sebesar 2,35 persen (ytd) atau 3,10 persen (yoy).

"Pada Oktober 2018, terdapat kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, seperti kelompok  perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, yang berpengaruh terhadap angka inflasi DKI Jakarta," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id