BI: Sentimen Brexit Hambat Penguatan Rupiah
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Jakarta: Bank Indonesia menyebutkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terjadi karena penyesuaian sikap investor global yang merespons risiko dari dinamika persetujuan Brexit antara parlemen, Pemerintah Inggris, dan Uni Eropa.

"Penolakan dari parlemen Inggris soal Brexit menimbulkan koreksi teknikal di pasar finansial terhadap pergerakan kurs mata uang negara-negara berkembang termasuk rupiah, kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Menurutnya kondisi tersebut dipicu oleh risk-off di pasar keuangan global terkait penolakan Parlemen Inggris terhadap proposal Brexit. Fenomena risk-off dapat diartikan sebagai kecenderungan investor untuk berhati-hati dalam berinvestasi karena risiko meningkat.

Nanang menekankan pelemahan rupiah ini bukan karena masalah fundamental perekonomian dalam negeri. Ketika risk-off, banyak investor yang membeli atau menarik kembali valuta asingnya sehingga menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Adapun selama satu bulan terakhir, investor banyak menanamkan modalnya pada aset berdenominasi rupiah, menyusul kenaikan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate yang terakumulasi sebesar 175 basis poin, meredanya perang dagang global, dan sinyalemen dari Federal Reserve yang mulai melunak terkait kenaikan suku bunga acuan.

"Sehingga ketika terjadinya risk-off di pasar keuangan global, banyak yang mengurangi posisi short dengan membeli dolar. Itu merupakan dinamika pasar yang biasa dan temporer," pungkas Nanang.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id