Pisau Bermata Dua Fintech Pinjaman Daring
Ilustrasi. Dok AFP.
Jakarta: Penutupan ratusan aplikasi financial technology (fintech) beberapa waktu lalu menunjukkan setiap teknologi menimbulkan dampak negatif (ekses).

"Saya merasa itu adalah ekses, jadi kalau kita bicara mengenai teknologi apapun pasti ada eksesnya," kata  Country Managing Director Red Hat Indonesia Rully Moulany di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Rabu, 21 November 2018.

Menurut dia, teknologi itu ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi teknologi memiliki banyak dampak positif, namun di sisi lainnya juga menimbulkan beragam dampak negatif. Meski demikian, Rully percaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mampu meminimalisasi ekses-ekses negatif yang muncul dari fintech tersebut.

"Itulah mengapa kita percaya terhadap OJK atau regulator, karena pada akhirnya mereka bisa melakukan regulasi. Namun yang namanya regulasi pasti satu langkah di belakang, regulasi tidak mungkin sudah bisa mengantisipasi hingga 20 tahun mendatang, karena kalau begini regulasi bisa membunuh inovasi," ujar Rully.

Sebelumnya, sekitar 300 fintech berupa pinjaman online diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) atas persetujuan dan rekomendasi OJK. Pemblokiran atau penutupan itu terjadi setelah Kemkominfo banyak menerima aduan dari masyarakat terkait pinjaman daring.

Masyarakat peminjam merasa diteror oleh pemilik aplikasi jika belum melakukan pelunasan pembayaran hutangnya. Teknologi finansial berupa aplikasi pinjaman online ini digemari dan populer di tengah masyarakat, karena sangat mudah untuk memberikan pinjaman.

"Kemkominfo selalu mengingatkan masyarakat, untuk sebelum mengunduh aplikasi apapun termasuk aplikasi pinjaman online ini, baca dulu syarat dan ketentuannya jangan main asal setuju saja," ujar Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu pada Rabu, 14 November 2018.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id