Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Terobosan Program Sektor Pangan Perlu Diperdebatkan

Ekonomi debat capres ketahanan pangan
Ilham wibowo • 14 Februari 2019 10:13
Jakarta: Dua kandidat calon presiden dinilai mesti memiliki terobosan program untuk mengatasi tantangan sektor pangan yang berulang. Sektor pangan menjadi tema dalam debat kandidat pada Minggu, 17 Februari 2019.
 
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan terobosan program perlu ditekankan terutama dalam memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan. Kendala yang dirasakan setiap tahun pun jadi tantangan untuk tetap bisa meningkatkan produktivitas.
 
"Bagaimana pangan itu setelah tahu ada keterbatasan seperti gagal panen, kendala cuaca dan sebagainya itu harus ada terobosan program," ucap Roy di Jakarta, Rabu, 13 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lembaga maupun kementerian yang spesial membidangi masalah pangan juga perlu dimaksimalkan. Keterbatasan lahan hingga kualitas benih tak bisa lagi menjadi alasan saat terjadi gagal panen.
 
"Supaya kalau daerah tersebut sering gagal panen ya jangan diulang ulang lagi, harus dipindah. Apakah mekanisme kalau tanahnya tidak menghasilkan bisa sewa tanah di negara lain dengan benih dari kita dan hasilnya masuk lagi ke kita, tapi ada kepastian panen," paparnya.
 
Tawaran mengatasi masalah pangan juga perlu menjadi fokus lantaran berkaitan dengan fundamental yang jadi pemikiran kandidat. Menurut Roy, sektor pangan merupakan penentu pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Kalau berputar di gagal panen kemidian cuaca itu tidak bisa disalahkan. Tanah yang tidak bisa memberikan pertumbuhan bagi cabai, bawang, beras, dan lain-lain juga tidak bisa disalahkan. Kita harus berfikir yang fundamental," ungkap Roy.
 
Roy meyakini pemikir di Indonesia sangat mampu untuk unggul di sektor pangan. Para kandidat pun perlu memikirkan dan memberikan solusi secara harafiah masalah pangan di Tanah Air.
 
"Seperti Ethiopia, negara yang dulu miskin terhadap pangan tapi sekarang maju karena menyerap teknologi. Kalau sekarang teknologi mahal masih ada manual yang mungkin dilaksanakan. Ini hal yang sangat fundamental tapi sering tidak secara fundamental," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif