OJK Akui Likuiditas Perbankan Mulai Ketat

Eko Nordiansyah 01 November 2018 21:08 WIB
ojkperbankan
OJK Akui Likuiditas Perbankan Mulai Ketat
OJK (MI/RAMDANI).
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui likuiditas perbankan mulai mengetat. Likuiditas mengetat meskipun pertumbuhan kredit perbankan pada kuartal III-2018 mengalami perbaikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) hanya 6,6 persen. Padahal pertumbuhan kredit telah meningkat 12,69 persen pada periode yang sama.

"Dari sisi permodalan, bank masih kuat, CAR 23 persen, ini menunjukkan penguatan. Artinya, di tengah pertumbuhan kredit yang baik, CAR dan NPL masih terjaga," kata Heru ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.

Dirinya menambahkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,66 persen secara gross dan 1,7 persen nett. Hal ini menunjukkan industri jasa keuangan masih mencatatkan efisiensi yang cukup baik.

"Kami lihat kondisi likudiitas yang mengetat, namun buffer terjaga. Tapi dengan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI), kami yakin momentum ini masih terjaga," jelas dia.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya bekerja sama dengan lembaga lain dalam menjaga likuiditas. Saat ini bank sentral memastikan kecukupan likuiditas tetap terjaga dengan baik.

"Kami juga memantau secara total maupun antar BUKU, kami sudah memberikan likuiditas itu perlu cukup, tidak boleh berlebih tapi tidak boleh kurang. Kita juga terus melakukan koordinasi," ungkapnya.


 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id