llustrasi . Foto: MI/MOHAMAD IRFAN
llustrasi . Foto: MI/MOHAMAD IRFAN

Kemenkeu Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Indonesia pada Dunia

Ekonomi infrastruktur
16 Januari 2019 18:56
Jakarta: Kementerian Keuangan menunjukkan kekuatan ekonomi Indonesia pada dunia. Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN dengan populasi terbesar keempat di dunia, dan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2030.
 
Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam acara Indonesia Public Private Patnership (PPP) Day 2019 dengan tema Beyond Boundaries Indonesia As a Global PPP Investment Destination di Singapura, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Sri Mulyani menegaskan, Indonesia memiliki komitmen kuat untuk keberlanjutan PPP / Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Selain itu, Indonesia memiliki APBN yang kuat dan sehat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, untuk pembangunan infrastruktur tidak bisa mengandalkan APBN sepenuhnya. Pasalnya, Indonesia adalah negara yang besar dengan 17.000 pulau dan dipisahkan lautan.
 
"Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN dengan populasi terbesar keempat di dunia, dan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030. Oleh karena itu, kita membutuhkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan," kata Sri Mulyani .
 
Baca: Ini Pembangunan Infrastruktur di 4 Tahun Jokowi
 
Pemerintah memperkenalkan PPP atau KPBU agar swasta bisa berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur. Tak hanya itu, untuk mendukung skema PPP, pemerintah menyediakan instrumen pendukung yaitu Project Development Facility, Viability Gap Fund (VGF), Infrastructure Guarantee dan Special Mission Vehicles (SMV).
 
"Semua ini terdiri dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Indonesia Invesment Fund, Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)," lanjutnya.
 
Direktur Pelaksana Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chavez mengungkapkan PPP adalah peluang investor berinvestasi di Indonesia sebagai negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Defisit anggaran untuk infrastruktur di Indonesia diperkirakan mencapai USD 1,5 triliun.
 
Peluang berinvestasi di Indonesia patut diperhitungkan karena iklim investasi di Indonesia sudah semakin baik. Hal tersebut ditandai pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang kuat dengan rata-rata pertumbuhan 5% per tahun dari tahun 2015 - 2017.
 
"Selain fundamental ekonomi serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, pertumbuhan penerimaan pajak yang tinggi, surat utang Indonesia di level investment grade serta lelang surat utang negara terbaru melebihi penawaran rata-rata 2,5 kali menjadi capaian ekonomi Indonesia," kata Rodrigo.
 
Dirut PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia / PII (Persero) Armand Hermawan mengatakan PII dibentuk Kemenkeu untuk memberikan kenyamanan berinvestasi pada bidang infrastruktur. PII diberi mandat untuk memberikan jaminan pemerintah terhadap risiko yang tidak terjangkau oleh investor.
 
Dalam sejumlah sesi, banyak investor menanyakan fungsi penjaminan. Kemudian Kemenkeu bersama Kementerian BUMN dan PII melakukan pembahasan teknis proyek PPP dengan investor.
 
"Para investor mulai meyakini bahwa Indonesia merupakan destiny investment. Termasuk dalam di bidang infrastruktur menggunakan skema PPP atau KPBU," ungkap Armand.
 
Melalui kegiatan ini, para investor diharapkan memperoleh informasi yang akurat dan detail mengenai proyek-proyek di Indonesia. Serta meningkatkan ketertarikan untuk berpartisipasi dalam proyek berskema PPP.
 

 

(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi