Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Bagasi Berbayar akan Berdampak ke Industri Pariwisata

Ekonomi bisnis maskapai kementerian perhubungan
Desi Angriani • 15 Januari 2019 15:24
Jakarta: Kenaikan tarif tiket penerbangan kelas ekonomi disertai ketentuan bayar bagasi dikhawatirkan bakal mengurangi jumlah penumpang domestik. Hal ini juga akan berpengaruh pada industri pariwisata nasional.
 
Pengamat Penerbangan Arista menilai mahalnya biaya penerbangan dalam negeri akan berdampak pada industri pariwisata dalam jangka pendek, khususnya pada UMKM oleh-oleh khas daerah. Dengan kata lain, penumpang akan mengurangi pembelian oleh-oleh demi menekan biaya bagasi.
 
"Memang ada dampak ke turisme, bisa dalam jangka pendek berdampak terutama usaha UMKM oleh-oleh khas daerah misal bolu Medan Meranti, mpek-mpek Palembang karena biaya bagasi bisa enggak bawa oleh-oleh mereka," ungkap Arista saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal serupa disampaikan pengamat penerbangan Alvin Lie. Mahalnya tarif tiket penerbangan disertai pembayaran bagasi untuk kelas ekonomi akan sedikit mempengaruhi jumlah wisatawan domestik.
 
Namun tak berarti masyarakat akan beralih melakukan traveling ke luar negeri. Sebab, biaya hidup berupa penginapan, transportasi dan makan di luar negeri lebih mahal ketimbang di dalam negeri.
 
"Biasanya harga tiket paling kontribusinya hanya 15 persen dari seluruh komponen biaya. Tiket bisa murah tapi kalau biaya hidup mahal orang juga enggak akan ke luar negeri," ungkap Alvin.
 
Alvin menambahkan penerapan tarif bagasi tidak menabrak aturan, termasuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Yang jadi masalah adalah penerapan tarif bagasi pesawat tidak proporsional.
 
Pada umumnya biaya bagasi disesuaikan jarak dan waktu penerbangan. Semakin jauh jarak dan waktu tempuh tarif bagasi akan makin mahal, begitu pula sebaliknya.
 
"Yang beredar kemarin kan harga bagasi ini flat mau satu jam atau tiga jam terbang sama. Jadi ini tidak melanggar hak konsumen karena sudah ada aturannya di mana maskapai LCC (low cost carrier) boleh menerapkan tarif bagasi," tambah dia.
 
Adapun seluruh maskapai nasional yang tergabung dalam Indonesia National Air Carrier Association (INACA) akhirnya sepakat untuk menurunkan tarif tiket penerbangan domestik hingga 60 persen.
 
Harga tiket pesawat yang sudah diturunkan setara dengan tarif tiket sebelum musim liburan Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru).
 
Ada enam rute penerbangan domestik yang mengalami penurunan tarif yakni rute Jakarta-Denpasar, Jakarta-Yogyakarta, Bandung-Denpasar, dan Jakarta-Surabaya. Penurunan harga juga akan disusul oleh rute domestik lainnya seperti Jakarta-Padang, Jakarta-Pontianak, dan Jakarta-Jayapura.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi