Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Medcom/Ilham Wibowo.

Penyandang Disabilitas Punya Kesempatan Kerja di Sektor Industri

Ekonomi kementerian perindustrian Kualitas SDM
Ilham wibowo • 27 Desember 2018 18:31
Jakarta: Pemerintah terus menggalakkan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia secara masif. Ruang bagi penyandang disabilitas kini dibuka lebar termasuk untuk sektor industri.
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kompetensi penyandang disabilitas tentu perlu ditingkatkan agar mereka siap bekerja di dunia industri. Ia meyakini hal ini bakal memberikan hasil yang positif dalam mendorong perekonomian nasional.
 
"Pada 2019, kami menargetkan sebanyak 72 ribu orang ikut serta dalam program Diklat 3 in 1 yakni Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja. Nah, ini bisa menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas supaya lebih kompetitif," kata Airlangga di Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial sepakat melakukan kerja sama dalam pengembangan potensi penyandang disabilitas. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas ini telah dilakukan Airlangga bersama Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita.
 
Pelaksanaan program diklat untuk para penyandang disabilitas ini pun akan segera dijalankan pada Januari 2019. Industri telah diminta bersiap menerima potensi tenaga kerja terampil ini.
 
"Jadi, industri yang akan menyerap, juga sudah bisa cepat menerima. Program diklat ini berlangsung sekitar tiga minggu," ujar Airlangga.
 
Ia meyakini langkah kolaborasi ini mampu mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu, terbukanya peluang kerja juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
"Pembangunan ekonomi kita didorong menjadi inklusif. Artinya juga ramah dengan masyarakat kita yang penyandang disabilitas. Kami juga memacu mereka agar bisa menjadi wirausaha industri baru," ungkapnya.
 
Sementara itu, Mensos Agus menyampaikan sinergi ini sebagai wujud nyata hadirnya negara bagi penyandang disabilitas, sebagaimana yang tercantum dalam Nawa Cita.
 
"Pemerintah terus berupaya memfasilitasi berbagai program dukungan untuk perluasan kesempatan kerja kepada para penyandang disabilitas, mulai dari pelatihan, sertifikasi, rekrutmen, hingga penempatan tenaga kerja," paparnya.
 
Ia memastikan penyandang disabilitas dijamin oleh negara untuk bisa berkontribusi dalam dunia kerja. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
 
"Payung hukum tersebut guna mengakui, melindungi dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia. Selain itu, disebutkan bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan sedikitnya satu persen penyandang disabilitas dari jumlah seluruh karyawannya," ungkap Agus.
 
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh Kemenperin dan Kemensos.
 
Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi pertukaran data dan informasi, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penempatan kerja di perusahaan industri, serta pengembangan kerja sama kelembagaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas masing-masing pihak.
 
"Tentu kami sangat bahagia, karena ini menjadi sarana dan solusi menyerap banyak tenaga kerja dari penyandang disabilitas di sektor industri. Program ini diharapkan menjadi contoh bagi kementerian lain, seperti BUMN dan Ketengakerjaan dalam upaya meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas," tuturnya.
 


 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif