Illustrasi. MI/Ramdani.
Illustrasi. MI/Ramdani.

BI Berharap Mata Uang Menguat Bertahap

Ekonomi bank indonesia rupiah menguat
Husen Miftahudin • 10 Januari 2019 20:10
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengakui nilai tukar rupiah saat ini terlalu murah atau undervalued. Namun demikian, mata uang Garuda itu disebut punya ruang untuk menguat lebih lanjut.

"Memang mata uang rupiah dalam kondisi sekarang masih undervalued. Artinya kalau undervalued, masih ada ruang untuk menguat lebih lanjut," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Januari 2019.

Berlanjutnya penguatan rupiah, kata Nanang, berdasarkan hitungan fundamental ekonomi seperti tingkat inflasi, transaksi neraca berjalan, hingga besarnya cadangan devisa. Namun Nanang berharap mata uang rupiah menguat secara bertahap (smooth). 
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Tentu lebih baik (rupiah) menguat secara smooth, tidak menguat tajam," ungkapnya. Meski terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, pergerakan nilai tukar rupiah belum tentu mengalami tekanan. Ini lantaran berbagai negara tidak menaikkan tarif dagang.

"Belum tentu (perang dagang) membuat rupiah melemah. Karena kalau globalnya melemah, artinya tekanan untuk terus melakukan tensi perang tarif juga akan berkurang karena semuanya bakal merugi," beber dia.

Menurutnya kenaikan mata uang rupiah lebih disebabkan oleh mekanisme pasar. Bank sentral tetap melakukan intervensi, namun hanya melalui transaksi domestic non deliverable forward (DNDF).

"Yang pasti, BI tetap ada di market untuk tetap menjaga stabilitas, apakah itu rupiah dalam kondisi menguat atau melemah. Kami akan memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerlak sesuai mekanisme pasar," terang dia.



 


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi