Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Sektor Pertanian Tumbuh Ekspansif di Kuartal I

Ekonomi pertanian bps
Desi Angriani • 06 Mei 2019 13:27
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2019 terhadap kuartal sebelumnya diwarnai faktor musiman. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat tumbuh ekspansif sebesar 14,10 persen.
 
Kepala BPS Suhariyanto menyebut sektor pertanian meningkat khususnya ditopang oleh tanaman perkebunan karena peningkatan produksi kelapa sawit, kopi, dan teh.
 
"Sektor pertanian juga tumbuh tinggi karena peningkatan produksi sawit, kopi, dan teh," ujar Suhariyanto dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika dibandingkan secara tahunan maka sektor pertanian hanya memberikan andil 1,81 persen terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019. Di mana sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan naik dari Rp316,6 triliun menjadi Rp478,4 triliun.
 
Suhariyanto menambahkan pertumbuhan positif juga terjadi pada lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi sebesar 3,33 persen. Diikuti bidang informasi dan komunikasi sebesar 2,77 persen, real estate sebesar 2,52 persen, jasa perusahaan sebesar 2,44 persen, dan beberapa lapangan usaha lainnya.
 
Namun, pertumbuhan lapangan usaha tersebut tidak cukup bertahan dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2019 sebesar 0,52 persen.
 
Hal ini disebabkan oleh kontraksi pertumbuhan pada beberapa lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar seperti konstruksi, pertambangan dan penggalian, transportasi dan pergudangan, administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib.
 
"Sementara dari sisi pengeluaran, penurunan melibatkan antara kontraksi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto, dan ekspor," bebernya.
 
Adapun hasil pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 tercatat sebesar 5,07 persen (year on year). Angka ini tumbuh tipis dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 yang sebesar 5,06 persen.
 
Secara spasial, struktur ekonomi Indonesia didominasi kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yaitu sebesar 59,03 persen.
 
Diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,36 persen, Pulau Kalimantan sebesar 8,26 persen, dan Pulau Sulawesi sebesar 6,14 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,02 persen. Sementara kontribusi terendah diberikan oleh kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif