UMKM Berorientasi Ekspor Dapat Berkah Penguatan Dolar
Salah satu UMKM yang meraup berkah dari penguatan dolar. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Penguatan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap hampir seluruh mata uang termasuk rupiah ternyata membawa berkah bagi para eksportir. Bagaimana tidak, barang ekspor yang dijual kini bisa bernilai rupiah yang lebih besar karena penguatan dolar AS.

Salah seorang pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Nailatul Amal mengaku, keuntungannya meningkat seiring pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Pengrajin asal Lhokseumawe ini telah memasarkan produk aneka tas, dompet, hingga rajutannya ke luar negeri.

"Senang karena ekspor, senang dengan penguatan dolar AS, kan jualan berkah penguatan dolar AS ini," kata Naila ditemui dalam Karya Kreatif Indonesia 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018.



Dirinya menambahkan, dalam satu bulan bisa mengkespor 3.000 item berbagai jenis tas mulai dari ukuran kecil hingga besar ke AS, Singapura, Malaysia, Brunei, dan Inggris. Tak hanya masyarakat biasa, produk asal Aceh ini ternyata juga banyak diminati oleh kalangan artis internasional.

"Paling banyak memang kita kirim ke Amerika, karena di sana ternyata banyak banget yang minat. Bahkan artis juga ada yang pakai, seperti Angelina Jolie, model-model di sana juga banyak yang sudah pakai," kata dia.

Dalam sebulan, Naila mengaku bisa meraup omzet antara Rp150 juta sampai Rp400 juta. Apalagi setelah mendapatkan binaan UMKM dari Bank Indonesia (BI) pada 2016 lalu, Syirkatun Nisa kini bisa mengembangkan usahanya dan telah memiliki sekitar 200 pekerja lokal.

Pameran kain dan kerajinan karya UMKM di bawah binaan BI dalam Karya Kreatif Indonesia 2018 berlangsung selama tiga hari pada 20-23 Mei di Senayan JCC, Jakarta. Acara ini diharapkan bisa memperluas pasar produk UMKM nasional untuk mampu bersaing di pasar global.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id