Utang Swasta Rendah

BI Catat Utang Luar Negeri Triwulan II-2018 Tumbuh Melambat

Annisa ayu artanti 20 Agustus 2018 22:28 WIB
utang luar negeri
BI Catat Utang Luar Negeri Triwulan II-2018 Tumbuh Melambat
Illustrasi. Dok: AFP.
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II-2018 tumbuh melambat. Hal itu sejalan dengan pengelolaan fiskal pemerintah yang resilient di tengah tekanan global dan strategi pembiayaan yang diupayakan untuk lebih mengoptimalkan sumber dari pasar domestik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman menjelaskan, ULN Indonesia pada akhir triwulan II-2018 tercatat sebesar USD355,7 miliar terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD179,7 miliar, serta utang swasta sebesar USD176 miliar.

"ULN Indonesia pada akhir triwulan II-2018 tersebut tercatat tumbuh 5,5 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 8,9 persen (yoy)," kata Agusman dalam keterangan tertulisnya, Senin, 20 Agustus 2018.

Ia menjelaskan, perlambatan pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN baik di sektor pemerintah maupun sektor swasta. ULN swasta tumbuh melambat terutama pada ULN sektor industri pengolahan dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA). 

Pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA pada triwulan II 2018 masing-masing tercatat sebesar 1,1 persen (yoy) dan 16,1 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,2 persen, relatif sama dengan pangsa pada triwulan sebelumnya.

Menurutnya, struktur ULN total pada triwulan II-2018 tetap terkendali dalam level yang sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan II-2018 yang stabil di kisaran 34 persen.

"Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers. Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir triwulan II-2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,6 persen dari total ULN," tutup dia.

Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.






(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id