Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan). FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan). FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Pembangunan Infrastruktur Jadi Fokus Pemerintah Usai Krisis 1998

Ekonomi infrastruktur ekonomi indonesia proyek strategis nasional
Eko Nordiansyah • 02 Oktober 2019 12:23
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan alasan pemerintah berupaya fokus untuk terus membangun infrastruktur. Setelah krisis ekonomi pada 1998, negara kesulitan membangun infrastruktur karena dampak perekonomian.
 
"Krisis tersebut benar-benar berpengaruh terhadap ekonomi kita, antara lain dampaknya adalah kita kurang kemampuan untuk membangun infrastruktur," kata Darmin dalam seminar nasional Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Oktober 2019.
 
Setelah krisis usai, lanjut Darmin, pembangunan infrastruktur di Indonesia tertinggal dibandingkan negara lain. Oleh karena itu, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anda mungkin masih ingat harga BBM dinaikkan pada akhir 2014, kemudian kita menggunakan dana dari kenaikan itu terutama untuk (pembangunan) infrastruktur di samping untuk pendidikan dan bantuan sosial bagi masyarakat," jelas dia.
 
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah menetapkan sebanyak 223 Proyek Strategis Nasional (PSN) dan tiga Proyek Prioritas dengan nilai investasi senilai Rp4.180 triliun.
 
Sampai September 2019 terdapat 81 PSN yang telah selesai dan beroperasi dengan nilai investasi mencapai Rp390 triliun. Selain itu, terdapat 27 proyek, satu program ketenagalistrikan, dan satu program pemerataan ekonomi yang sedang tahap konstruksi dan mulai beroperasi sebagian.
 
Selain itu ada 22 proyek dalam tahap konstruksi dan akan beroperasi di 2019, dan 80 proyek sedang konstruksi dan akan beroperasi setelah 2019. Sebanyak 129 proyek dan dua program di atas, memiliki nilai investasi sebesar Rp2.860 triliun.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif