Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

BTN Konversi 4 Kantor Syariah untuk Dukung Qanun Aceh

Ekonomi btn
Ade Hapsari Lestarini • 20 Januari 2020 16:00
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengonversi empat kantor cabang pembantu (KCP) konvensional menjadi KCP syariah di Provinsi Aceh. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka menyukseskan implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sekaligus meningkatkan bisnis syariah perseroan di bumi Serambi Mekkah tersebut.
 
Adapun, Unit Usaha Syariah (UUS) BTN mengonversi jaringan kantor perseroan menjadi KCP Syariah Ulee Kareng, KCP Syariah Meulaboh, KCP Syariah Langsa, dan KCP Syariah Lhokseumawe. Konversi jaringan ini mengikuti kebijakan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Kebijakan tersebut ditetapkan sesuai keistimewaan Aceh dalam pelaksanaan syariat Islam dan memerlukan layanan lembaga keuangan syariah.
 
Corporate Secretary BTN Achmad Chaerul mengatakan sejalan dengan pemberlakuan Qanun, perseroan siap mendukung pengembangan ekonomi syariah di Aceh. Dengan konversi empat jaringan kantor tersebut, lanjut Chaerul, pihaknya juga bersiap menggarap berbagai potensi di sektor perumahan di Aceh.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berharap konversi ini akan mempermudah masyarakat Aceh mengakses dan menggunakan produk serta layanan syariah kami terutama dalam memiliki hunian," jelas Chaerul dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin, 20 Januari 2020.
 
Dengan adanya konversi ini, maka seluruh produk dan layanan perbankan konvensional milik BTN di Aceh akan berganti ke sistem syariah. "Kami pastikan tidak akan mengurangi hak nasabah konvensional BTN di Aceh dalam proses konversi ini. Kami juga akan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah kami di Aceh," tegas Chaerul.
 
Chaerul menuturkan dengan adanya konversi ini, perseroan tercatat memiliki tujuh unit kantor di Aceh dengan rincian satu kantor cabang syariah, empat KCP syariah, satu kantor kas, dan satu payment point. Dengan armada tersebut, BTN mencatatkan posisi aset di Aceh sekitar Rp1,3 triliun per Desember 2019. Posisi tersebut naik 12,06 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1,16 triliun pada Desember 2018.
 
Peningkatan jumlah jaringan kantor syariah BTN di Aceh juga diyakini akan mengakselerasi penyaluran pembiayaan syariah dan penghimpunan dana. Chaerul menyebutkan hingga akhir tahun lalu, BTN telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp1,26 triliun di Aceh. Penyaluran tersebut naik sekitar 11,5 persen yoy dari Rp1,13 triliun pada periode yang sama di 2018.
 
"Kami melihat potensi bisnis di sektor real estate masih tinggi di Aceh. Kami yakin lini bisnis syariah BTN yang berfokus pada pembiayaan di sektor perumahan akan mampu menggarap berbagai potensi tersebut," ujar Chaerul.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif