Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Beroperasi Tanpa Izin, 140 Entitas Tekfin Disetop

Ekonomi fintech
04 Juli 2019 12:25
Jakarta: Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi menemukan 140 entitas yang melakukan kegiatan usaha teknologi finansial peer to peer (P2P) lending tapi tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
"Berdasarkan pemeriksaan website dan aplikasi Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 140 entitas yang melakukan kegiatan penyelenggara layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi (fintech peer to peer lending) tanpa izin OJK sesuai POJK Nomor 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat," kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dalam pernyataan resminya, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Sebelumnya, sepanjang 2018 Satgas Waspada Investasi menemukan tekfin P2P lending tidak berizin sebanyak 404 entitas, sedangkan pada 2019 sebanyak 683 entitas. Total tekfin yang telah ditangani saat ini sebanyak 1087 entitas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tongam mengatakan, dari temuan ini satgas akan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir website dan aplikasi tekfin ilegal tersebut.
 
Selain itu, untuk memutus akses keuangan dari tekfin ilegal, satgas sudah meminta kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK dan melakukan konfirmasi kepada OJK untuk rekening yang sudah ada tapi diduga digunakan untuk kegiatan tekfin ilegal.
 
Di samping itu, satgas sudah meminta Bank Indonesia untuk melarang memfasilitasi tekfin ilegal, dan menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.
 
Selain menghentikan 140 tekfin ilegal, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan 43 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dan berpotensi merugikan masyarakat.
 
Jenis kegiatan usaha yang dihentikan itu antara lain 38 trading foreign exchange (forex), dua investasi money game, dua multi level marketing, dan satu investasi perdagangan saham.
 
Total kegiatan usaha yang dihentikan Satgas Waspada Investasi karena diduga ilegal selama 2019 berjumlah 163 entitas. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif