Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Metro Bisnis)
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Metro Bisnis)

Menteri BUMN Takkan Copot Jabatan Dirut Garuda

Ekonomi garuda indonesia kementerian bumn
Suci Sedya Utami • 09 Juli 2019 08:57
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tidak akan mencopot jabatan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang akrab disapa Ari Askhara sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia.
 
Hal tersebut pun dibenarkan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo. Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas Garuda belum akan mengambil langkah memberhentikan Ari lantaran adanya permasalahan laporan keuangan.
 
"Iya, Ibu menteri sudah menyampaikan. itu yang kita pegang," kata Gatot ditemui di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Senin malam, 8 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rini dalam kunjungannya ke Kebumen pekan lalu menyatakan tidak perlu mencopot Ari Askhara dari jabatan saat ini. Dia bilang tidak ada kasus pemalsuan laporan keuangan yang dilakukan Ari di Garuda.
 
Lagi pula, kata Rini, laporan keuangan Garuda untuk tahun buku 2018 telah diaudit oleh Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publika Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan yang telah tersertifikasi. Adapun adanya kesalahan interpretasi dalam laporan tersebut dianggap Rini bukan sebagai upaya pemalsuan.
 
"Tidak ada urusan pemalsuan tidak ada urusannya pembohongan, kami tidak mungkin sebagai pemegang saham memperbolehkan perusahaan BUMN itu diaudit oleh kantor akuntansi yang tidak bersertifikasi. Ya enggak perlu lah Dirut dicopot, buat apa?" tutur Rini.
 
Sebelumnya, Aliansi Muda untuk Demokrasi (Almud) meminta Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Ari Askhara segera dicopot dari jabatannya. Ari Askhara dinilai gagal memimpin perusahaan pelat merah maskapai penerbangan itu.
 
Koordinator Almud, Fadhli menyebutkan Ari Ashkara diduga melakukan penipuan publik dalam Laporan Posisi Keuangan (LPK) tahunan perusahaan 2018. Dalam LPK tersebut, Garuda mencatatkan keuntungan Rp11 miliar di Desember 2018. Padahal di 2017 Garuda merugi Rp3 triliun.
 
"Pada laporan 31 Desember 2018 dituliskan bahwa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk meraup laba bersih USD809,85 ribu atau sekitar Rp11 miliar. Padahal kita ketahui bersama PT Garuda mengalami kerugian cukup dalam pada 2017 mencapai Rp3 triliun," ujar Fadhli dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Menurut Fadhli, kerugian Garuda di 2017 sulit dipoles menjadi keuntungan dalam kurun waktu satu tahun. Apalagi pada 2018 nilai tukar rupiah pernah melemah hingga Rp14 ribu per USD dan harga minyak dunia juga tidak stabil.
 
Selain itu, berdasarkan laporan keuangan 2018, ditemukan perjanjian kerja sama antara PT Garuda Indonesia dengan perusahaan penyedia jasa pemasangan WiFi, Mahata Aero Teknologi sebesar USD239 juta. Namun kerja sama itu tidak dapat dimasukan dalam Laporan Posisi Keuangan (LPK) 2018 karena kerja sama ini untuk 15 tahun dan dana tersebut belum diterima Garuda sampai akhir 2018.
 
Melihat rentetan kejadian yang menimpa Garuda akhir-akhir ini, Almud menilai Ari Askhara telah gagal dalam memimpin perusahan. Dengan dasar ini, Almud mengeluarkan empat pernyataan sikap sebagai berikut:
 
1. Mendesak Menteri BUMN Rini Soemarno untuk memecat Ari Askhara dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
2. Mencoret semua dewan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk karena melakukan penipuan dalam perbuatan laporan keuangan tahunan 2018.
3. Turunkan harga tiket pesawat untuk memudahkan masyarakat.
4. Jokowi harus berani mengganti Menteri BUMN Rini Soemarno karena telah membiarkan kecurangan di BUMN.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif