Gedung Kementerian BUMN. FOTO: dok Kementerian BUMN.
Gedung Kementerian BUMN. FOTO: dok Kementerian BUMN.

Dua Wamen BUMN untuk Benahi Kinerja Keuangan

Ekonomi Kabinet Jokowi-Maruf kementerian bumn
Suci Sedya Utami • 27 Oktober 2019 04:53
Jakarta: Peneliti Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani menilai tidak ada yang salah dengan kehadiran dua wakil menteri (wamen) di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut dia, Kehadiran dua wamen diyakini tidak akan membuat fungsi dan tugas tumpang tindih dengan jajaran deputi.
 
Aviliani mengatakan Menteri BUMN Erick Thohir memang membutuhkan dua wamen untuk membantu tugasnya mengurus 114 perusahaan pelat merah. Apalagi, keduanya pun diyakini akan sangat dibutuhkan demi upaya memperbaiki BUMN.
 
"Adanya dua wamen tidak ada akan tumpang tindih dengan deputi, karena keputusan strategis untuk masa depan BUMN," kata Aviliani kepada Medcom.id, Sabtu, 26 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aviliani mengatakan untuk memperbaiki sebagai besar kinerja BUMN memang diperlukan berbagai terobosan baru, sehingga membutuhkan sosok yang berpengalaman. Terlebih, untuk membereskan kinerja keuangan BUMN yang lesu dan banyak dililit utang.
 
Ia menilai dua wamen yang dipilih memiliki latar belakang sebagai mantan CEO bank besar yang telah teruji kepemimpinan dan kemampuan mengelola perusahaan. Sementara, tujuh deputi yang ada di Kementerian BUMN disarankan akan lebih bertugas mengurus operasional dan kebutuhan supporting untuk kepuasan strategis.
 
"Kementerian BUMN mempunyai PR yang sangat berat karena banyaknya BUMN yang rugi, masalah utang BUMN yang terus naik. Holding BUMN dan beberapa masalah BUMN seperti Garuda, Jiwasraya, Krakatau Steel," ujar dia.
 
Aviliani juga mengatakan kedua wakil menteri tersebut harus bisa meninjau kinerja BUMN yang merugi. Bahkan ia mengimbau tidak perlu mempertahankan BUMN yang merugi serta tidak memiliki prospek yang jelas.
 
"Termasuk BUMN yang memiliki utang besar harus dievaluasi kembali apabila masih punya prospek dan mampu mengembalikan, atau justru bila dilanjutkan justru dapat merugi perlu diambil keputusan," jelas dia.
 
Presiden Joko Widodo menunjuk Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo. Budi merupakan mantan Direktur MIND ID atau Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), sedangkan Kartika adalah mantan Direktur Utama Bank Mandiri.
 
Kementerian BUMN jadi satu-satu lembaga yang punya dua wamen. Meskipun, kementerian ini sejatinya telah memiliki Sekretaris Kementerian (Sesmen) dan tujuh deputi.
 
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan keberadaan jabatan dua wakil menteri (wamen) di kementeriannya tidak akan tumpang tindih. Menurut Erick, tugas para wamen berbeda dengan deputi di BUMN. Ia bilang nantinya akan ada tugas baru bagi wamen sehingga tidak akan menggambil kewenangan yang harus dikerjakan oleh para deputi.
 
"Kita duduk juga dengan para deputi, ada tugas jobdesk yang baru," kata Erick.
 

(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif