Grab Indonesia. Dok : AFP.
Grab Indonesia. Dok : AFP.

Grab Tepis Isu Diskriminatif terhadap Mitra Pengemudi

Ekonomi transportasi berbasis aplikasi
Eko Nordiansyah • 16 Mei 2019 16:07
Jakarta: Grab Indonesia menepis isu diskriminasi mitra pengemudi yang tergabung dengan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI). Perkara ini sebelumnya diselidiki oleh Komisi Pengawasan Persaingan Usahaa (KPPU) terhadap dugaan pelanggaran persaingan usaha yang melibatkan perusahaan transportasi online.
 
Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno menjelaskan TPI merupakan salah satu mitra strategis Grab dalam penyediaan layanan transportasi GrabCar di Indonesia. TPI didirikan dengan tujuan menjembatani masyarakat yang ingin menjadi mitra pengemudi tetapi tidak memiliki kendaraan pribadi.
 
"Hal ini direalisasikan melalui sistem sewa mobil (rental) yang dimiliki oleh TPI," kata dia dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis 16 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kerja sama strategis ini, lanjut dia, konsumen mendapatkan benchmark pelayanan terbaik melalui program pengemudi elite/elite plus, di mana pengemudi elite/elite plus berkesempatan untuk mendapatkan order lebih banyak sepanjang tingkat produktivitasnya tinggi.
 
"Hal ini diterapkan kepada seluruh pengemudi, baik pengemudi TPI maupun pengemudi individu. Program ini tentunya diluncurkan untuk mengapresiasi seluruh pengemudi yang mementingkan tingkat pelayanan terbaik bagi konsumen," jelas dia.
 
Sementara terkait dugaan pelanggaran persaingan usaha berdasarkan order prioritas yang diberikan kepada mitra pengemudi TPI di Medan, menurutnya, hal tersebut tidak benar. Bahkan hal ini sudah disampaikan pada Rapat Bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara beberapa bulan lalu.
 
"Grab juga telah berkomunikasi secara reguler dengan pihak KPPU dan telah bekerja sama untuk penyelidikan tersebut. Saat ini penyelidikan tengah berlangsung dan kami telah mengikuti seluruh proses sesuai prosedur dan sejauh ini masih menunggu keputusan dari KPPU," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif