Antam. Dok;MI.
Antam. Dok;MI.

Antam Minta Tambahan Ekspor Nikel 1,1 Juta Ton

Ekonomi antam
Suci Sedya Utami • 20 Februari 2019 21:09
Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menyatakan berencana untuk menambah kuota ekspor bijih nikel sebesar 1,1 juta ton di 2019.
 
Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan pihaknya tengah mengajukan rekomendasi surat persetujuan ekspor (SPE) pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kemudian diajukan ke Kementerian Perdagangan. Pengajuan tersebut untuk proyek tambang Antam di Tanjung Buli, Maluku Utara.
 
"Kita ingin ajukan SPE baru untuk proyek kita di Tanjung Buli. Tapi itu masih dalam proses pengajuan," kata Arie di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya di tahun ini Antam telah mendapatkan izin kuota ekspor sebesar 3,9 juta ton. Dengan adanya pengajuan tambahan maka diharapkan produksi yang bisa dikeluarkan totalnya mencapai lima juta ton.
 
Adapun enjualan bijih nikel pada 2018 sebesar 6,33 juta ton, atau meningkat 115 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 2,93 juta ton. Nilai penjualannya mencapai sebesar Rp2,98 triliun atau tumbuh 117 persen dibandingkan periode 2017 sebesar Rp1,36 triliun
 
Sementara itu, untuk belanja modal (capex) Antam tahun ini dipersiapkan sebesar Rp3,4 triliun. Angka ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu namun sedikit lebih tinggi.
 
Lebih jauh Arie mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan proyek sebelumnya dan proyek baru yang akan segera groundbreaking serta studi kelayakan (feasibility studi) fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat.
 
"Sama kok mirip mirip lah, tahun lalu juga Rp3 triliunan, cuma bedanya kalau tahun lalu capex digunakan untuk penyelesaian smelter nikel yang di Halmahera Timur," jelas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif