BNI Salurkan Kredit ke PLN Rp1 Triliun
Ilustrasi (MI/M IRFAN)
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) (BBNI) Tbk atau BNI ikut serta menyalurkan pembiayaan untuk Program 35.000 Megawatt (MW) secara sindikasi di mana porsi BNI dalam pembiayaan sindikasi tersebut mencapai Rp1,1 triliun.

Pembiayaan sindikasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kredit antara Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto dengan Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan serta direktur bank peserta sindikasi lainnya.

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, dan Perhubungan Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah. Kredit BNI itu disalurkan untuk membiayai proyek transmisi dan gardu induk Jawa Bagian Tengah bagi PLN dengan maksimum kredit mencapai Rp4,5 triliun.

"Program 35.000 MW untuk proyek transmisi dan gardu induk Jawa Bagian Tengah ini memiliki total nilai proyek Rp5,4 triliun dan mendapatkan penjaminan pemerintah," kata Putrama Wahju, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

Proyek transmisi dan gardu induk ini terdiri atas pembangunan Transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV, dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV.

Setelah seluruh proyek ini tuntas, tambahnya, diharapkan akan semakin mendekatkan Indonesia terhadap pasokan listrik 35.000 MW, sehingga target rasio elektrifikasi sebesar 99 persen pada 2022 dapat dikejar.

"Dalam pembiayaan sindikasi ini, BNI berperan sebagai Joint Mandated Lead Arranger, and Bookrunners (JMLAB). BNI tidak hanya mendukung proyek-proyek infrastruktur jalan tol, melainkan infrastruktur non-fisik seperti listrik," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id