KKP Fokus ke Kenaikan Kualitas Ikan
Perikanan. MI/RAMDANI.
Jakarta: Kuantitas produksi ikan di Indonesia pada 2018 tercatat mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merilis capaian angka yang meningkat sebanyak 50 persen dari 6,8 juta ton menjadi lebih dari 12 juta ton.  Namun, untuk tahun mendatang target akan diubah di mana KKP akan lebih fokus pada peningkatan kualitas dibandingkan kuantitas ikan.

"Jadi sedang kita sosialisasikan cara menangkap ikan yang baik. Contoh ikan kalau ditangkap sampai menggelepar kalau dimakan dagingnya sudah enggak enak," ujar Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga KKP Suseno di Gedung Bappenas, Rabu, 14 November 2018.

Suseno mencontohkan kenapa restoran Jepang menjual menu ikan dengan harga mahal. "Karena mereka enggak hanya fokus pada kuantitas, tapi kualitas juga makanya harganya tinggi," tambahnya.

Lebih dalam, Suseno menyoroti soal penggunaan cantrang yang tidak hanya dapat menggerus laut, tetapi juga menimbulkan masalah sosial. "Di laut itu masih ada yang cari ikan pakai pancing dan jaring. Kalau kena cantrang langsung rusak," kata dia yang menjelaskan bahwa Soal aturan cantrang, suseno menegaskan pihaknya akan segera melakukan evaluasi.

Sebelumnya, penerbitan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, menuai pro dan kontra.

Kajian dari KKP juga menyebut operasi kapal cantrang markdown merugikan negara. Pada 2016, kerugian negara akibat ini mencapai Rp13,17 triliun, yang mencakup kehilangan PNPB, penyalahgunaan subsidi BBM, dan deplesi sumber daya ikan.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id