Mendag Agus menugaskan seluruh pejabat Kemendag ke berbagai daerah menjaga angka inflasi jelang Natal. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Mendag Agus menugaskan seluruh pejabat Kemendag ke berbagai daerah menjaga angka inflasi jelang Natal. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

15 Provinsi Rawan Inflasi Jelang Natal

Ekonomi inflasi perayaan natal dan tahun baru
Ilham wibowo • 13 November 2019 13:55
Jakarta: Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok saat ini tengah menjadi fokus pemetaan jelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Terdapat 15 provinsi yang disinyalir rawan mengalami kenaikan inflasi.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan dalam dua pekan mendatang pihaknya telah menginstruksikan seluruh pejabat Kemendag untuk memimpin langsung pengendalian harga dan pasokan bahan pokok di 15 daerah tersebut. Selain momentum hari besar keagamaan, dampak kemarau panjang juga menjadi fokus antisipasi.
 
"Tantangan yang perlu kita antisipasi ialah inflasi kelompok bahan makanan pada perayaan Natal 2019 dan tahun baru 2020 yang cenderung naik serta musim kemarau panjang yang hampir merata di seluruh Indonesia," kata Agus di Auditorium gedung Kemendag, Jakarta, Rabu, 13 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Operasi pasar pada 16-20 Desember 2019 akan memetakan kendala yang dihadapi sehingga stabilitas harga bisa tercapai. Seluruh pimpinan dinas perdagangan dan satgas pangan di daerah juga akan turut terlibat melakukan pantauan langsung ke pasar rakyat, ritel modern, serta gudang barang kebutuhan pokok.
 
"Hal tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan pemerintah daerah, Perum Bulog, Satgas pangan, dan pelaku usaha barang kebutuhan pokok serta mengkoordinasikan langkah-langkah yang perlu dilakukan pihak terkait dalam menjaga kesenjangan dan stabilitas harga barang," ujarnya.
 
Agus memastikan hingga akhir tahun ini angka inflasi keseluruhan bisa terus ditekan pada kisaran target pemerintah sebesar 3,5 persen. Periode Januari-Oktober 2019 angka inflasli masih berada pada angka 2,22 persen. Adapun secara keseluruhan inflasi kelompok bahan makanan sepanjang 2019 dari sebesar 3,09 persen atau tertinggi dibanding kelompok pengeluaran lainnya.
 
"Beberapa faktor utama penyebab naiknya inflasi tersebut adalah kenaikan harga cabai merah akibat kemarau yang cukup panjang dan ini perlu kita waspadai serta antisipasi," ungkapnya.
 
Tim pengendali juga akan memastikan harga kebutuhan pokok bisa stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Kekosongan pasokan di sebuah wilayah bakal diantisipasi sejak dini dari wilayah yang dinilai cukup melimpah barangnya.
 
"Tugas utama dari tim Kemendag adalah memastikan bahwa harga barang kebutuha pokok di wilayah pantauan masing-masing stabil serta sesuai dgn HET dan harga acuan yang telah ditetapkan," ujarnya.
 
Berikut daftar 15 provinsi yang menjadi wilayah operasi pasar Kemendag:
1. Sumatera Utara.
2. Banten.
3. DKI Jakarta.
4. Jawa Barat.
5. Jawa Tengah.
6. Daerah Istimewa Yogyakarta.
7. Jawa Timur.
8. Bali.
9. Nusa Tenggara Timur.
10. Kalimantan Tengah.
11. Kalimantan Barat.
12. Sulawesi Utara.
13. Maluku.
14. Papua.
15. Papua Barat.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif