Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (FOTO: Kementerian Perindustrian)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (FOTO: Kementerian Perindustrian)

Kawasan Indramayu-Subang Potensial untuk Pengembangan Industri

Ekonomi ekonomi indonesia kementerian perindustrian industri manufaktur
Ilham wibowo • 06 Juli 2019 12:32
Jakarta: Wilayah di Kabupaten Indramayu dan Subang Jawa Barat dinilai sebagai lokasi yang potensial dalam pengembangan industri manufaktur. Apalagi lokasi tersebut telah dijadikan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) sebagai rencana untuk membuka pintu investasi besar-besaran.
 
"Pemkab Indramayu sangat serius dalam menyiapkan kawasan industri. Bahkan, mereka telah menyaipkan lahannya dan sudah ada regulasi dan perubahan tata ruang wilayah," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, melalui keterangan resminya, di Jakarta, Sabtu, 6 Juli 2019.
 
Airlangga telah menerima ide langsung dari Bupati Indramayu Supendi yang serius menjalankan langkah strategis dalam memberikan dampak yang luas bagi perekonomian nasional. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035, Kabupaten Indramayu masuk dalam Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) di Jawa Barat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bupati Indramayu menjelaskan masuknya Indramayu ke dalam WPPI bersama dengan Cirebon dan Majalengka saat ini sudah ditanggapi serius oleh Pemkab Indramayu dengan mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk kawasan industri.
 
Dalam revisi RTRW Kabupaten Indramayu 2011-2031, sudah mengakomodir aspek kebijakan pemerintah pusat dalam pengembangan WPPI, selanjutnya dalam KPI seluas kurang lebih 20.000 hektare (Ha) telah tersebar di 10 kecamatan.
 
"Di 2018, Pemerintah Kabupaten Indramayu telah menyusun Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) dan sudah ada Rencana Pembangunan Kawasan Industri yang tersebar di 10 kecamatan," papar Supendi.
 
Ke-10 kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Sukra seluas 2.814 Ha, Patrol 1.385 Ha, Kandanghaur 2.025 Ha, Losarang 4.523 Ha, Balongan 1.438 Ha, Juntinyuat 643,1 Ha, Krangkeng 3.507 Ha, Tukdana 664,1 Ha, Terisi 1.379 Ha, dan Gantar 1.574 Ha.
 
Sementara itu, Kemenperin juga menyambut baik rencana pembangunan kawasan industri seluas lebih dari 11.000 Ha di Subang, yang akan dikembangkan oleh tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga BUMN tersebut, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).
 
Direktur Perwilayahan Industri Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Ignatius Warsito, menuturkan rencana tersebut sudah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
 
Tujuannya untuk percepatan penyebaran dan pemerataan industri serta mengurangi ketimpangan pertumbuhan ekonomi dan penyebaran lapangan pekerjaan di Jawa Barat.
 
"Kabupaten Subang akan menjadi wilayah yang strategis. Keberadaan Pelabuhan Patimban, akses tol Cipali, serta keberadaan Bandara Kertajati akan menjadi daya tarik para investor mengembangkan kawasan industri di sekitar wilayah tersebut," ungkapnya.
 
Mengenai industri yang berpotensi dikembangkan, Warsito menuturkan, sebagaimana tertuang pada PP 14/2015, pengembangan industri di Subang diarahkan pada industri berbasis teknologi tinggi, yang ramah lingkungan dan padat karya. "Di antaranya industri prospektif seperti otomotif, elektronik, makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, serta kimia," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif