Delegasi parlemen Indonesia dalam Sidang Badan Parlemen Dunia atau Inter-Parliamentary Union (IPU) di Jenewa, Swiss.
Delegasi parlemen Indonesia dalam Sidang Badan Parlemen Dunia atau Inter-Parliamentary Union (IPU) di Jenewa, Swiss.

DPR Rekomendasikan Perlindungan Tembakau Lokal

Ekonomi tembakau
29 Maret 2018 12:47
Jenewa: Delegasi parlemen Indonesia akan memasukkan masalah perlindungan tembakau lokal sebagai salah satu butir rekomendasi yang disampaikan dalam Sidang Badan Parlemen Dunia atau Inter-Parliamentary Union (IPU) di Jenewa, Swiss.
 
"Pemerintah harus memberikan perlindungan terhadap tembakau Indonesia dari serbuan tembakau impor, serta perlindungan industri rokok nasional dari ancaman pengambilalihan oleh perusahaan rokok global," kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 28 maret 2018.
 
Sidang ke-138 IPU yang digelar sejak Minggu 25 Maret 2018 dihadiri oleh 69 ketua parlemen dan 1.539 anggota delegasi dari 146 negara.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berharap sidang IPU tidak hanya menghasilkan resolusi, tetapi juga rekomendasi yang memberi dampak langsung pada perdamaian dan kesejahteraan masyarakat. Termasuk isu domestik tentang perlindungan terhadap produk tembakau lokal. Itu tugas utama kita sebagai wakil rakyat. Bukan hanya resolusi, tetapi evaluasi dan kerja nyata," ujar Bamsoet.
 
Baca: Legislator Nilai Industri Tembakau Perlu Dikembangkan
 
Komisi VI diberi tugas mendorong pemerintah menaikkan cukai impor untuk menekan kuota impor tembakau. Sedangkan Komisi IV, ditugaskan mendorong pemerintah memberikan insentif kepada para petani tembakau lokal dalam berbagai hal.
 
"Insentif tidak hanya berupa materi, tetapi termasuk kemudahan mendapatkan pupuk dan pembelian hasil panen," kata Bamsoet.
 
Politikus Golkar ini meminta pemerintah membeli hasil panen petani tembakau, dan tidak melakukan impor tembakau.
 
"Pembelian hasil perkebunan tembakau dapat dilakukan, baik lewat perorangan maupun kelompok tani melalui koperasi," tuturnya.
 
Isu perlindungan tembakau lokal dalam Sidang IPU dinilai penting karena impor tembakau bisa mengancam industri rokok nasional. "Selama ini kebutuhan tembakau dipenuhi dengan cara impor. Bukan membelinya dari petani tembakau," kata Bamsoet.
 
Delegasi Indonesia menyimpulkan bahwa impor tembakau merupakan ancaman serius bagi industri rokok nasional. "Bisa saja hal itu berlanjut dengan pengambilalihan industri rokok nasional oleh perusahaan global. Karena itu, petani tembakau lokal harus diberikan perlindungan," tegasnya.
 

(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif