Korsel Segera Bangun Pabrik Kabel di RI Senilai USD50 Juta
Ilustrasi. (Foto: Antara/Sahlan).
Jakarta: Perusahaan Korea Selatan LS Cable and System (LS C&S) akan segera membangun pabrik kabel listrik senilai USD50 juta di Indonesia.

Pabrik kabel listrik tersebut akan dibangun di suatu kawasan industri di Karawang Barat, Artha Industrial Hill, melalui skema joint venture dengan menggandeng PT Artha Metal Sinergi (AMS) perusahaan Indonesia dalam jaringan Artha Graha Network (AGN).

Kesepakatan tersebut terjalin dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara LS Cable & System dengan PT Artha Metal Sinergi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul pada 18 Juni 2018. Demikian seperti disampaikan dalam keterangan pers yang diterima Antara, di Jakarta, Kamis, 21 Juni 2018.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh  Presiden Direktur PT Artha Metal Sinergi Felix Efendi, Artha Graha Network Panji Yudha Winata  serta mitra Koreanya, yaitu CEO dan CSO LS Cable & System Ltd Myun Roe-Hyun dan Ju Wan-Soeb.

Penandatanganan perjanjian itu juga disaksikan oleh Direktur Indonesia Investment Promotion Centre di Seoul Imam Soejoedi dan Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi. Dubes Umar Hadi menyambut gembira kesepakatan itu dan meyakinkan pihak Korsel bahwa keputusan pendirian pabrik itu sangatlah tepat. Dubes RI menekankan bahwa Indonesia merupakan tempat terbaik untuk mengembangkan bisnis.

Pabrik seluas 64 ribu meter persegi itu akan siap beroperasi pada akhir 2019. Pabrik itu ditargetkan akan menghasilkan penjualan sebesar USD100 juta pada 2025. Dengan akan berdirinya pabrik kabel itu, diharapkan target Pemerintah Indonesia dalam mencapai distribusi tenaga listrik yang memadai di seluruh pelosok nusantara semakin mudah diwujudkan.

LS C&S didirikan pada 1962. Dalam 56 tahun terakhir, LS C&S telah berkembang menjadi salah satu produsen kabel listrik terbesar di dunia dengan memanfaatkan teknologi inovatif pada produknya.  Dengan berdirinya pabrik kabel listrik tersebut di Indonesia, LS C&S akan memiliki tujuh perusahaan produksi di Asia, termasuk di Tiongkok, India, Myanmar, dan Vietnam.



(AHL)