Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. MI/Panca Syurkani.
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. MI/Panca Syurkani.

Sektor Jasa jadi Fokus Revisi DNI

Ekonomi daftar negatif investasi
Suci Sedya Utami • 22 Juni 2017 16:39
medcom.id, Jakarta: Pemerintah mempertimbangkan hasil laporan Bank Dunia yang menyebutkan adanya beberapa area dalam daftar negatif investasi (DNI) menjadi penghambat masuknya investasi asing langsung (FDI).
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, memang ada beberapa sektor yang sedang dibahas pemerintah untuk diperbaiki. Salah satu sektor yang menjadi fokus dalam pembenahan yakni sektor jasa.
 
"DNI nanti dikaji lagi, karena yang dipersoalkan banyak di sektor jasa," kata Airlangga ditemui di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis 22 Juni 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus Partai Golkar ini mengatakan akan meminta kerjasama dengan perusahaan nasional untuk mengembangkan sektor tersebut agar pertumbuhannya lebih tinggi.
 
"Tentu akan lihat juga apakah sektor jasa yang less capital instensif akan dibuka atau kita minta format kemitraan," tutur dia.
 
Sebelumnya, dalam laporan Bank Dunia dikatakan adanya pembatasan dari penanaman modal asing (PMA) menjadi hambatan bagi arus masuk PMA ke Indonesia.
 
PMA secara langsung belum berkontribusi cukup untuk meningkatkan potensi pertumbuhan Indonesia melalui pembangunan infrastruktur dan sumberdaya manusia serta pertumbuhan produktivitas.
 
"Oleh karena itu pemerintah harus mengevaluasi ulang pembatasan, terutama bagi sektor-sektor yang tercantum di dalam daftar negatif investasi untuk mendorong lebih banyak masuknya PMA," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A Chaves.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif