Wakil Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syarah dari FEB Universitas Indonesia Abdillah Ahsan (paling kiri). Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id
Wakil Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syarah dari FEB Universitas Indonesia Abdillah Ahsan (paling kiri). Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id

Harga Rokok Ideal Rp70 Ribu

Ekonomi rokok
Candra Yuri Nuralam • 17 September 2019 16:41
Jakarta: Wakil Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syarah dari FEB Universitas Indonesia Abdillah Ahsan menyebut satu bungkus rokok idealnya dijual dengan harga Rp70 ribu. Dengan begitu, jumlah perokok aktif akan menurun.
 
"Berdasarkan kajian jaminan sosial Universitas Indonesia, apabila harga rokok menjadi Rp70 ribu sebungkus, akan ada 74 persen perokok aktif yang berhenti merokok," kata Abdillah di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 17 September 2019.
 
Semakin mahal harga rokok, tingkat penurunan akan semakin besar. Bila harga rokok Rp60 ribu per bungkus, perokok yang akan berhenti hanya 66 persen. Sedangkan, jika harga dinaikkan menjadi Rp50 ribu per bungkus, hanya 59,41 persen perokok yang berhenti.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedangkan jika harganya Rp40 ribu, yang berhenti 42,57 persen. Kalau harganya Rp30 ribu akan ada 26,49 persen perokok berhenti. Dan kalau hanya Rp20 ribu akan menurunkan 5,69 persen perokok," ujar Abdillah.
 
Harga rokok akan memengaruhi niat masyarakat mengonsumsi tembakau. Masyarakat akan segan untuk membeli rokok bila harganya terlampau mahal.
 
"Semakin tinggi harga rokok, maka semakin banyak jumlah perokok yang berniat untuk berhenti," tutur Abdillah.
 
Perokok di tingkat anak-anak atau remaja juga akan berkurang bila harga rokok menjadi Rp70 ribu per bungkus. Hal itu diukur dari daya beli masyarakat.
 
"Anak-anak, dan remaja, serta masyarakat miskin tidak akan mudah membeli rokok," ucap Abdillah.
 
Pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen dan harga rokok eceran 35 persen. Keputusan itu berlaku per 1 Januari 2020.
 
Dari penaikan itu, pemerintah memproyeksikan penerimaan cukai tahun depan bisa mencapai Rp173 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.
 
Adapun keputusan penaikan tarif cukai rokok bertujuan untuk mengurangi konsumsi dan peredaran rokok ilegal, mengatur industri, serta menambah penerimaan negara.
 

 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif