Peluncuran program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Mojokerto, Jawa Timur dan Yogyakarta, Jumat 22 November 2019.
Peluncuran program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Mojokerto, Jawa Timur dan Yogyakarta, Jumat 22 November 2019.

Pemberdayaan UMKM Harus Dilakukan Hingga Pelosok

Ekonomi umkm
Medcom • 22 November 2019 16:00
Jakarta: Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah disebut harus didorong hingga pelosok. UMKM dinilai penting untuk pemberdayaan ekonomi di perdesaan.
 
Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Wafaa Indonesia Taufik Ramlan Wijaya saat meluncurkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Mojokerto, Jawa Timur dan Yogyakarta, Jumat 22 November 2019.
 
Menurutnya, diperlukan kerja kolaboratif untuk meningkatkan perekonomian di perdesaan. “Wafaa menjadi implementor NAMA Foundation Social Loan Program. Di sini menggandeng mitra lokalnya yaitu BMT Permata di Mojokerto, Jawa Timur dan Koperasi Syariah (Kopsyah) Gerakan Ekonomi Kaum Ibu (GEMI) di Yogyakarta,” kata Taufik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut program social loan ini merupakan program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk pemberian pinjaman lunak untuk UMKM. Namun, para pelaku usaha diberi pendampingan oleh mitra lokal.
 
“Program ini serupa dengan program KUR yang diinisiasi pemerintah. Namun, persyaratan pembiayaannya lebih mudah dan berbasis komunitas, tidak perorangan,” kata Taufik.
 
Dia mengungkapkan, Kopsyah GEMI dipercaya menjadi salah satu mitra lokal pelaksana karena telah berpengalaman memberi pendampingan usaha kaum ibu berbasis komunitas di daerah Gunung Kidul, Bantul dan Kota Yogyakarta sejak 2004, anggotanya lebih dari 5 ribu orang.
 
Demikian juga BMT Permata yang telah memiliki pengalaman di bidang pembiayaan UMKM dan telah memiliki lebih dari 7 ribu anggota.
 
Perwakilan suku dinas UMKM Provinsi Yogyakarta, Hadi Suryono mengatakan, program ini tidak hanya memberdayakan pelaku usahanya, tetapi juga lembaga penyelenggara program ikut diberdayakan.
 
“Diharapkan ketika kapasitas lembaga meningkat, maka akan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan masif kepada masyarakat,” ujar Hadi.
 
Lembaga mitra pelaksana akan diikutkan ke dalam NAMA Global Initiative Program yang merupakan program jangka menengah NAMA Foundation dalam meningkatkan kapasitas lembaga-lembaga sektor ketiga di Indonesia dan beberapa negara di dunia.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif