Sriwijaya Air. Foto ; AFP.
Sriwijaya Air. Foto ; AFP.

Sriwijaya Bukan Bagian dari Garuda Group

Ekonomi garuda indonesia sriwijaya air
Annisa ayu artanti • 07 November 2019 19:54
Jakarta: PT Garuda Indonesia Tbk mempertegas pernyataan Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia, Iwan Joeniarto yang menyatakan, Sriwijaya Air tidak lagi terafiliasi dengan Garuda Indonesia.
 
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan pernyataan Iwan Joeniarto tersebut ditujukan kepada lessor, perusahaan penyewaan pesawat atas pertanyaan mereka tentang posisi Garuda Indonesia atas Sriwijaya.
 
"Disampaikan bahwa hubungan keduanya saat ini adalah sebatas pada hubungan business to business dan tanggung jawab Sriwijaya kepada lessor menjadi tanggung jawab Sriwijaya sendiri," kata Ikhsan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ikhsan menjelaskan mengenai utang-utang Sriwijaya kepada beberapa perusahaan BUMN seperti BNI, Pertamina, GMF, dan Gapura Angkasa Pura, kata Ikhsan saat ini pihak Garuda Indonesia tengah melakukan upaya penyelesaian.
 
"Kami saat ini sedang berdiskusi dan bernegosiasi dengan pemegang saham Sriwijaya perihal penyelesaian kewajiban dan hutang-hutang Sriwijaya," ucap dia.
 
Ikhsan menambahkan Garuda Indonesia berharap Sriwijaya beriktikad baik atas penyelesaian kewajiban-kewajiban tersebut. Adapun mengenai direksi transisi Sriwijaya yang disepakati bersama, ia juga menegaskan telah habis masa tugasnya pada 31 Oktober lalu.
 
Berita Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air hari ini menjadi topik hangat karena hubungan antara maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group kembali terbelah. Padahal sebelumnya kedua maskapai sudah sepakat untuk melanjutkan Kerja Sama Manajemen (KSM).
 
Dalam surat status kerja sama manajemen yang didapatkan Medcom.id, Kamis pagi, 7 November 2019, Garuda Indonesia Group memberitahukan pada Sriwijaya Group bahwa tidak dapat melanjutkan kerja sama manajemen. Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Pemeliharaan dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto.
 
"Karena keadaan dan beberapa hal yang belum diselesaikan oleh kedua belah pihak, kami menyesal memberi tahu Anda bahwa Sriwijaya sedang melanjutkan bisnis sendiri," tulis surat tersebut.
 
Surat itu juga menegaskan Sriwijaya Group tidak akan lagi menjadi anggota Garuda Indonesia Group. Hubungan antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group akan dilanjutkan pada basis bisnis-ke-bisnis.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif