Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.

Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok di Kupang Aman

Ekonomi sembako
Ilham wibowo • 25 Agustus 2019 20:15
Kupang: Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di beberapa daerah di Indonesia. Pemerintah dan pelaku usaha bakal terus sinergi.
 
Hal itu diungkapkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat meninjau Pasar Oebobo dan Pasar Naikoten di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan yang dilakukan guna memastikan pasokan mencukupi dan perkembangan harga bapok tetap stabil itu didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto; Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat; Direktur Sarana Distribusi dan Logistik, Sihard Hadjopan Pohan.
 
"Harga bapok di Pasar Oebobo dan Pasar Naikoten masih terkendali dan pasokan aman serta tidak ada kekhawatiran akan lonjakan harga," ujar Mendag melalui keterangan resmi, Minggu, 25 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari hasil pemantauan di pasar rakyat, secara umum pasokan dan harga bapok relatif stabil mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, bawang merah, dan bawang putih. Mendag mengatakan, tidak perlu ada kekhawatiran bahkan harga daging sapi rata-rata lebih rendah dari harga di Pulau Jawa yaitu berada di kisaran Rp90 ribu/kg.
 
Mendag juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha yang terus menjaga pasokan dan harga bapok tetap stabil sehingga masyarakat bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
 
“Kupang ini kaya. Saya berharap nantinya Kupang dapat menjadi pemasok daging dan garam untuk Indonesia. Sehingga di satu titik nanti kita tidak perlu impor lagi," ungkapnya.
 
Hasil pantauan harga di Pasar Oebobo dan Pasar Naikoten diperoleh harga sebagai berikut: beras medium Rp9.000-Rp10 ribu/kg, beras premium Rp11 ribu-Rp12 ribu/kg, telur ayam ras Rp30 ribu-Rp32 ribu/kg, cabai merah besar Rp60 ribu/kg, cabai keriting Rp65 ribu/kg, cabai rawit kecil Rp45 ribu-Rp50 ribu/kg, bawang merah Rp20 ribu-Rp25 ribu/kg, bawang putih Rp35 ribu-40 ribu/kg, daging ayam Rp30 ribu-Rp35 ribu/kg, minyak goreng curah Rp10.800-Rp11 ribu/liter, gula pasir Rp12.500-Rp13 ribu/kg, dan daging sapi Rp85 ribu-Rp90 ribu/kg.
 
Dalam kesempatan itu, Enggar bersama jajaran Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi NTT juga melakukan kunjungan ke Pelabuhan Tenau. Fasilitas tersebut saat ini masuk dalam trayek tol laut 2019.
 
Pelabuhan dengan panjang dermaga 23 meter ini merupakan pelabuhan utama terbesar di selatan Indonesia. Pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III ini bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas III Kupang. Mendag memastikan pihaknya terus berupaya mengurangi disparitas harga antardaerah atau antarpulau, khususnya untuk daerah terpencil, terluar, dan perbatasan.
 
Komitmen ini sejalan dengan visi poros maritim Indonesia yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui kebijakan tol laut. Pelayaran kapal barang tol laut secara rutin dan terjadwal diberangkatkan dari Barat sampai ke Timur Indonesia, dan begitu sebaliknya. Pemanfaatan tol laut juga dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan daya saing produk-produk dalam negeri.
 
Selain meninjau pasar dan pelabuhan, Mendag juga mengadakan rapat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah, instansi terkait, dan para pelaku usaha gerai maritim di Hotel Aston, Kupang. Ia menjelaskan gerai maritim hadir sebagai pemersatu Indonesia dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut harus tercermin dari kesamaan harga dan ketersediaan bapok di seluruh daerah di Indonesia.
 
“Pemerintah memberikan subsidi ongkos angkutan laut untuk mendukung tol laut melalui gerai maritim. Hal itu bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengurangi disparitas harga, serta meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar regional maupun di pasar global,” ungkap Enggar.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif