Gubernur BI Perry Warjiyo. Medcom/Husen M.
Gubernur BI Perry Warjiyo. Medcom/Husen M.

Cara RI Hadapi Perang Dagang

Ekonomi Perang dagang
Eko Nordiansyah • 08 Juli 2019 16:46
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut Indonesia bisa memanfaatkan situasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Apalagi perang dagang membuat kinerja ekspor-impor Indonesia sedikit terganggu secara tak langsung.
 
"Salah satu strategi yang perlu kita lakukan dan ini sedang dilakukan pemerintah, yaitu adalah mengisi pasar yang dulunya dipasok Tiongkok," kata Gubernur BI Perry Warjiyo ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.
 
Dirinya mencontohkan Vietnam menjadi salah satu negara yang mengambil keuntungan dari perang dagang. Vietnam kini bisa memenuhi kebutuhan AS yang sebelum perang dagang diekspor dari Tiongkok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry menambahkan untuk meningkatkan ekspor ke AS memang Indonesia perlu melakukan hubungan dagang bilateral. Menurut dia, Indonesia bisa mengambil barang-barang yang selama ini tidak diimpor dari AS, agar barang dari Indonesia lebih mudah diterima di Negeri Paman Sam tersebut.
 
"Seperti kedelai, cotton. Itu bisa kita impor dari AS, supaya kita bisa mengekspor ke AS khususnya garmen, furnitur, elektronik, footware, dan sejumlah mesin serta peralatan tertentu. Itu beberapa strategi yang bisa tempuh untuk memanfaatkan peluang dari trade war," jelas dia.
 
Gubernur BI menegaskan perang dagang bisa memberikan suatu peluang, tidak hanya berdampak negatif. Kuncinya adalah bagaimana pemerintah mengambil langkah tepat agar Indonesia bisa mendapat keuntungan dari perang dagang AS-Tiongkok.
 
"Strateginya kalau dengan AS harus secara bilateral lebih efektif ketimbang multilateral atau regional trade. Caranya dengan lebih banyak mengirim misi dagang ke AS untuk bisa menjual ke sana," tegasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif