Ilustrasi. Foto : MI/Iskandar.
Ilustrasi. Foto : MI/Iskandar.

BI Berpeluang Turunkan Suku Bunga Lagi

Ekonomi perbankan
Eko Nordiansyah • 31 Oktober 2019 20:47
Jakarta: Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk kembali menurunkan suku bunga acuan kedepannya. Hanya saja kebijakan moneter yang akomodatif pada tahun depan ini akan tetap memperhatikan perkembangan ekonomi global.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan jika perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mereda maka BI punya peluang melonggarkan kebijakan moneternya. Kesepakatan perang dagang kedua negara diharapkan tercapai bulan depan.
 
"Berdasarkan asumsi itu, kenapa kita kemarin berikan forward guidance look BI masih melihat terbukanya ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif," kata dia dalam CEO Networking 2019, di Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan kebijakan moneter yang diambil tak hanya dengan menurunkan suku bunga acuan saja. Bank sentral bisa saja kembali melonggarkan kebijakan Giro Wajib Minimum (GMW), relaksasi kebijakan makro prudensial sebagai instrumen yang lebih akomodatif.
 
"When and how? kami akan cermati perkembangan ekonomi global. Karena kita tidak tahu Amerika Tiongkok akan sepakat atau memburuk. Kalau memburuk, tahun depan ekonomi global mungkin tidak sampai 3,1 persen, bisa tiga sampai 2,9 persen," ungkapnya.
 
Tahun ini, BI sudah empat kali menurunkan BI 7 day reverse repo rate. Dari sebelumnya enam persen, kini suku bunga acuan BI sudah turun 100 basis poin (bps) sampai menjadi lima persen sejak bulan ini.
 
Untuk memperkuat bauran kebijakan dalam mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, BI telah melakukan relaksasi kebijakan makroprudensial untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perbankan dan mendorong permintaan kredit pelaku usaha.
 
Misalnya dengan menyempurnakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM)/RIM Syariah, melakukan pelonggaran Rasio Loan to Value/ Financing to Value (LTV/FTV) untuk kredit/pembiayaan Properti.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif