Ilustrasi. FOTO: dok Asetku.
Ilustrasi. FOTO: dok Asetku.

Asetku Salurkan Dana hingga Rp543 Miliar di Jatim

Ekonomi fintech
Ade Hapsari Lestarini • 02 Desember 2019 18:20
Surabaya:Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) kembali mengedukasi masyarakat perihal financial technology (fintech) sebagai upaya meningkatkan inklusi dan literasi keuangan digital Indonesia.
 
Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AFPI pun menggelar Fintech Exhibition 2019 di Surabaya dengan melibatkan puluhan platform fintechpeer to peer lending (P2P)yang telah terdaftar dan diawasi OJK, salah satunya Asetku.
 
Chief Risk Officer (CRO) Asetku Jimmi Adhe Kharisma mengatakan acara ini merupakan wadah yang tepat untuk masyarakat mengetahui fintech. Bukan hanya mengetahui industri ini, namun juga lebih mengenal akan fintech legal dan waspada fintech ilegal. Melalui acara ini diharapkan masyarakat dapat memilih fintech yang aman sebelum menggunakan layanan keuangan digital.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang utama itu pastikan masyarakat menggunakan fintech lending yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK agar aman dan terhindar dari praktik-praktik ilegal yang dapat merugikan. Bukan hanya merugikan calon pengguna namun juga merugikan industri ini, karenanya acara seperti ini jangan sampai disia-siakan oleh arek-arek Surabaya," kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 2 Desember 2019.
 
Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang menjanjikan bagi industri fintech. Menurut data OJK, penyaluran dana ke peminjam seluruh Indonesia dari 144 platform P2P lending mencapai Rp60 triliun per Oktober 2019. Penyaluran dana ke peminjam di Jawa Timur 10 persen dari total penyaluran dana yaitu sekitar Rp6 triliun. Adapun dari total Rp6 triliun tersebut, 9,1 persen berasal dari penyaluran dana Asetku di Jawa Timur.
 
Penyaluran Dana di Jatim Capai Rp543 Miliar
 
Dia mengatakan Jawa Timur menjadi provinsi ke tiga terbesar setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat berdasarkan akumulasi jumlah pinjaman yang telah diberikan kepada peminjam.
 
"Saat ini total penyaluran dana yang diberikan kepada peminjam Jawa Timur mencapai Rp543 miliar per Oktober 2019. Bukan hanya penyaluran dana ke peminjam Jawa Timur yang cukup memuaskan, namun juga dana yang berasal dari pendana atau lender Asetku di Jawa Timur mencapai Rp485 miliar," tambah dia.
 
Jumlah pinjaman yang diberikan pendana di Jawa Timur juga menjadi provinsi ke tiga terbesar berdasarkan jumlah akumulasi dana. "Dari sini bisa kami simpulkan bahwa masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya sudah cukup aware akan layanan fintech P2P lending baik dari sisi peminjam maupun dari sisi pendana," jelasnya.
 
Bukan hanya di Jawa Timur, Asetku juga menyalurkan dana ke seluruh Indonesia. Saat ini jumlah dana yang telah disalurkan mencapai Rp4,8 triliun sejak berdiri hingga saat ini. Dari data tersebut, Asetku optimistis jumlah penyaluran dana akan kian meningkat di iringi dengan beragam pilihan tipe pendanaan yang ditawarkan. Mulai dari pendanaan berjangka waktu 15 hari sampai yang terlama yaitu 12 bulan dengan return rate hingga 22 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif