Garuda Indonesia. Foto : MI/Abdullah.
Garuda Indonesia. Foto : MI/Abdullah.

Kementerian BUMN Tak Akan Ikut Campur Drama Garuda dan Sriwijaya

Ekonomi garuda indonesia sriwijaya air
Annisa ayu artanti • 12 November 2019 16:11
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak akan ikut campur mengenai drama pecah kongsi antara Garuda Indonesia Group dengan Sriwijaya Air.
 
Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengatakan pemerintah hanya memantau perkembangan mereka saja.
 
Jika tidak mencapai titik temu dalam negosiasi, pemerintah mendukung bahwa kerja sama antara Garuda dan Sriwijaya hanya bersifat business to business (B to B). Edwin juga meminta Sriwijaya segera melakukan restrukturisasi keuangan dan segera membayar hutang ke BUMN-BUMN.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau masalah komersil saya enggak bisa ikut campur. Tapi kalau enggak bisa deal mereka harus bayar (utang) tetap ke BUMN-BUMN, gitu saja," kata Edwin di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 12 November 2019.
 
Edwin menjelaskan latar belakang kerja sama manajemen (KSM) antara Garuda dan Sriwijaya supaya bisnis Sriwjiya kembali sehat dan dapat segera menyicil tunggakan kepada BUMN. Namun di tengah jalan ada perbedaan pendapat antara Garuda dan Sriwijaya.
 
"Ya kalau tidak bisa deal di situ ya, makannya Garuda turun di situ," ujar Edwin.
 
Menteri BUMN Erick Thohir juga mendukung keputusan Sriwijaya untuk menghentikan kerja sama dengan Garuda. Menurutnya, keputusan tersebut akan menguntungkan Garuda lantaran masih memiliki anak perusahaan, yakni Citilink. Maskapai pelat merah itu bakal fokus mendongkrak kinerja perseroan.
 
"Kalau Sriwijaya ingin berdiri sendiri ya saya rasa Garuda lebih senang. Orang Garuda juga ada anak perusahaan Citilink yang harus diperhatikan," ungkap Erick.
 
Lebih lanjut, Erick tak akan mengintervensi keputusan Sriwijaya Air. Namun, Sriwijaya mesti menyelesaikan seluruh kewajiban utangnya. "Saya rasa itu harus kita hormati ya. Kan mereka harus selesaikan bagaimana utangnya," ucap Erick.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif