Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Nilai Tukar Petani Melemah 0,28%

Ekonomi petani
Ilham wibowo • 01 Juli 2019 17:25
Jakarta: Nilai Tukar Petani (NTP) atau perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani secara nasional terjadi penurunan pada Juni 2019 . Pelemahan tercatat sebesar 0,28 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.
 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan NTP tersebut berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 33 provinsi di Indonesia. Penurunan NTP pada Juni 2019 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan pada indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.
 
"NTP nasional Juni 2019 sebesar 102,33 atau turun 0,28 persen dibanding NTP bulan sebelumnya," kata Suhariyanto dalam pemaparan di kantor BPS, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penurunan NTP Juni 2019 juga dipengaruhi oleh turunnya NTP di dua subsektor pertanian, yaitu NTP subsektor tanaman pangan sebesar 0,22 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,47 persen. Sementara itu, NTP di tiga subsektor pertanian lainnya mengalami kenaikan, yaitu NTP subsektor tanaman hortikultura sebesar 0,31 persen, subsektor peternakan sebesar 0,20 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,12 persen.
 
"Pada Juni 2019, NTP Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami kenaikan tertinggi 1,43 persen dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar yakni 3,12 persen dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya," paparnya.
 
Secara nasional khusus indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,15 persen dibanding It Mei 2019, yaitu dari 139,58 menjadi 139,79. Kenaikan It pada Juni 2019 disebabkan kenaikan It di empat subsektor pertanian, yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,24 persen, subsektor hortikultura sebesar 0,76 persen, subsektor peternakan sebesar 0,44 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,58 persen.
 
"Sementara itu subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan sebesar 0,93 persen," ucapnya.
 
Indeks harga yang dibayar oleh petani (Ib) secara nasional naik sebesar 0,43 persen bila dibanding Ib Mei 2019 yaitu dari 136,03 menjadi 136,61. Hal ini disebabkan oleh kenaikan nilai Ib di seluruh subsektor pertanian, yaitu: subsektor tanaman pangan sebesar 0,46 persen, subsektor hortikultura sebesar 0,44 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,56 persen, subsektor peternakan sebesar 0,24 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,46 persen.
 
Adapun secara nasional pada Juni 2019 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,57 persen dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan. Dari 33 provinsi yang dihitung Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) 30 provinsi mengalami inflasi, dua provinsi mengalami deflasi dan satu provinsi perubahan IKRT-nya relatif stabil.
 
"Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Barat sebesar 1,81 persen dan deflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0,28 persen. Sedangkan Provinsi Sulawesi Utara mengalami perubahan IKRT yang relatif stabil," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif