Ilustrasi. FOTO: AFP.
Ilustrasi. FOTO: AFP.

Aplikator Diminta Tingkatkan Keamanan Atasi Masalah Order Fiktif

Ekonomi ojek online
Eko Nordiansyah • 15 Oktober 2019 20:04
Jakarta: Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja K mengatakan, aplikator seharusnya menjaga kualitas aplikasinya karena hal itu penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat maupun mitra aplikator itu sendiri. Terlebih saat ini masih marak kasus order fiktif yang terjadi.
 
Ardi menekankan selama ini aplikator ojek online hanya fokus pada kenyamanan dan kemudahan dalam penggunaan saja sementara aspek keamanan sering diabaikan. Sehingga ketika timbul masalah ketidaknyamanan, baru mereka merespons dan memperbaiki.
 
"Jika aplikator tidak menjaga kualitas aplikasinya, kepercayaan masyarakat dan mitra sekalipun bisa runtuh dan aplikasi itu tidak akan dipakai lagi," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengamati bahwa telah banyak keluhan yang disampaikan mitra maupun dari pelanggan. Namun sejauh ini, aplikator yang memiliki basis pelanggan besar telah menunjukkan sikap responsif dengan segera mengatasi keluhan pelanggan ataupun mitra.
 
Dalam kasus order fiktif yang dialami mitra Grab pada beberapa waktu lalu, pihak manajemen Grab telah menghubungi pihak pengemudi bersangkutan dan memproses ganti rugi yang dialaminya. Seorang mitra Grab yang mengalami order fiktif berupa pesanan makanan cepat saji senilai Rp660 ribu.
 
"Reputasi aplikator dipertaruhkan dalam hal ini. Bisnis berbasis online ini bisnis kepercayaan. Tapi kepercayaan itu bisa runtuh jika aplikator tidak responsif dan kurang melayani konsumen," sambung dia.
 
Order fiktir kepada mitra Grab bukan baru pertama kali terjadi. Sebelumnya, sejumlah mitra pengemudi Grab di Malang mengeluhkan aksi order fiktif yang dilakukan pihak restoran yang disebut mereka ‘abal-abal’ di daerah itu.
 
Ketua Program Cybersecurity Universitas Binus Aditya Kurniawan menyarankan jika aplikator sebaiknya mendorong penggunanya untuk lebih sering memakai fasilitas pembayaran digital. Menurut dia, itu bisa mengurangi kemungkinan terjadinya order fiktif.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif