Kopi, salah satu komoditas pemacu ekspor. Foto: dok MI.
Kopi, salah satu komoditas pemacu ekspor. Foto: dok MI.

Kementan Siapkan 7 Komoditas untuk Pacu Ekspor

Ekonomi kementerian pertanian komoditas
Media Indonesia • 11 Desember 2019 09:51
Malang: Kementerian Pertanian (Kementan) fokus mengembangkan tujuh komoditas strategis sektor perkebunan yang nantinya diharapkan mampu mendongkrak kinerja ekspor Indonesia.
 
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono mengatakan pada subsektor perkebunan terdapat 137 komoditas, tujuh di antaranya akan menjadi fokus pengembangan pemerintah karena memiliki potensi besar.
 
"Kami pernah fokus pada sepuluh komoditas, tapi akhirnya kami peruncing kembali dan mengambil tujuh komoditas strategis dan berpotensi untuk ekspor," kata Kasdi dalam peringatan Hari Perkebunan Ke-62 di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa, 10 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketujuh komoditas strategis perkebunan itu ialah kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala, dan vanili. Menurut Kasdi, tujuh komoditas tersebut telah melewati proses evaluasi dan memiliki potensi yang cukup besar untuk di-tingkatkan produksinya.
 
Nantinya, jika produksi mampu meningkat dengan cukup baik, juga terbuka peluang untuk menembus pasar ekspor.
 
"Itu telah kita evaluasi sebagai salah satu potensi besar untuk kita kembangkan. Komoditas lain akan tetap kita tangani, tetapi belum menjadi prioritas," kata Kasdi.
 
Sebagai langkah untuk pengembangan tujuh komoditas strategis itu, Kementan telah meluncurkan Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah, dan Daya Saing (Grasida). Diharapkan, seluruh pemangku kepentingan bisa mendukung program tersebut.
 
Dalam mendorong ekspor tujuh komoditas strategis perkebunan tersebut tidak bisa hanya bergantung pada APBN ataupun APBD. Dengan demikian, perlu adanya kerja sama dengan sektor perbankan untuk penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).
 
Pada KUR 2020, Kementerian Pertanian mendapatkan alokasi Rp50 triliun. Dari total alokasi tersebut, sebanyak Rp20,37 triliun diperuntukkan subsektor perkebunan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif