Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (FOTO: dokumentasi HKTI)
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (FOTO: dokumentasi HKTI)

Perkuat Politik Pangan di Asia, HKTI Gelar ASAAFF 2018

Ekonomi ketahanan pangan
Ade Hapsari Lestarini • 15 Maret 2018 18:11
Jakarta: Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan menggelar Asian Agriculture and Food Forum (ASAAFF) HKTI 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), pada 27 Juni-1 Juli 2018. Kegiatan yang akan dihadiri perwakilan dari negara Asia ini, bertujuan untuk memperkuat politik pangan Indonesia.
 
Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menjelaskan dari aspek politik diharapkan mampu memperkuat politik ketahanan pangan Indonesia. HKTI harus bisa memberikan kontribusi pada pemerinta bahwa persoalan politik pangan perlu dibenahi.
 
"Apakah mulai dari hubungan pemerintah dan petani, cara distribusi, capaian distribusi, dan lain-lain. Harapan kita bisa menjadi trigger bagi politik pangan Indonesia, khususnya," ujar Moeldoko, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 15 Maret 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Moeldoko mengatakan, HKTI harus turut andil menjadikan Indonesia agar bisa menjadi anchor dari kawasan ini. Karena secara geografis, Indonesia memiliki keluasan wilayah, cuaca, dan 2/3 laut yang jadi sumber protein luar biasa.
 
"Sehingga, secara aspek ekonomi, ASAAFF menjebatani petani terhubung secara global. Kegiatan ini juga menjadi ajang bussiness to business (b2b) sehingga nanti akan menghasilkan sesuatu," kata Moeldoko.
 
Ditambahkan mantan Panglima TNI ini, ASSAAF juga bermanfaat dari sisi sosial budaya dan pariwisata. Karena juga akan ada pameran makanan dari berbagai daerah.
 
"Kita memiliki 714 etnis. Ini jadi tujuan, di mana masing-masing etnis menampilkan makanan daerahnya sehingga dunia mengenal dan target akhirnya pariwisata," tutur Moeldoko.
 
Moeldoko juga berharap kegiatan ini akan memberikan awareness pada dunia bahwa persoalan food security sangat penting. Tidak saja di aspek ketersediaan, tapi juga sumbernya.
 
"Contohnya, enggak bisa tanam langsung bibit dari luar. Harus masuk karantina, dicek lagi apakah bibit tersebut mengandung bakteri yang pada akhirnya jadi ancaman negara," jelas pria yang juga menjabat Kepala Staf Presiden (KSP) ini.
 
Selain itu, ASAAFF 2018 juga akan memberikan awards kepada inovator-inovator muda di bidang pertanian. HKTI juga siap membantu hasil inovasi pemuda untuk dikembangkan.
 
"Anak-anak muda bidang pertanian sangat inovatif. Salah satu contoh, mereka menyediakan drone untuk penyemprotan hama maupun pupuk. Sedang kita uji coba di Yogyakarta. Hasilnya cukup baik. Dari delapan liter yang bisa terbang, sekarang saya minta 20 liter. Nanti dengan 20 liter, akan makin lama terbang untuk penyemprotan," pungkas Moeldoko.
 
Kegiatan ASAAFF 2018 ini nanti juga akan melibatkan banyak pihak seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian dan banyak stakeholder lain karena ASAAFF memiliki banyak keuntungan dari berbagai aspek.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif