Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. Medcom/Eko Nordiansyah.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. Medcom/Eko Nordiansyah.

Dirut Bulog: Ekspor Supaya Harga Beras Tak Anjlok

Ekonomi bulog
Eko Nordiansyah • 22 Januari 2019 19:34
Jakarta: Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso membeberkan rencananya untuk melakukan ekspor beras. Menurut dia, ekspor guna mencegah berlebihnya stok beras di dalam negeri pada saat panen raya tiga bulan mendatang.

"Jadi untuk antisipasti panen raya nanti, mulai akhir Februari, Maret, April, kan kita serap sebanyak mungkin. Target kita kan 1,8 juta ton," kata dia ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019.

Dirinya menambahkan, saat ini stok beras yang dimiliki Bulog masih sekitar 2,1 juta ton. Sementara jika panen raya melebihi target penyerapan Bulog, maka ekspor menjadi opsi agar harga beras dari petani tidak anjlok.

"Kita memprediksi bahwa panen raya ini akan menghasilkan jumlah yang cukup besar. Sedangkan kita enggak bisa menyerap keseluruhannya. Jangan sampai nanti petani dirugikan," jelas dia.

Buwas, sapaan akrabnya, menyebut ada beberapa negara yang telah berkoordinasi untuk menerima beras ekspor dari Indonesia. Hanya saja, dibutuhkan pembicaraan lebih lanjut dengan stakeholder di dalam negeri sebelum melakukan ekspor.

"Kan sudah komunikasi dari sekarang. Jangan sampai banjir produksi, petani dirugikan, harga anjlok. Oleh karena itu, kita lakukan ekspor. Kita juga koorinadasi dengan Kementerian Perdagangan, Perindustrian, Pertanian, dan Kementerian Luar Negeri," pungkasnya.

Sebelumnya dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, Buwas menyampaikan rencana ekspor beras ke beberapa negara ASEAN. Meski begitu, dirinya belum bisa memastikan berapa banyak ekspor yang bisa dilakukan karena harus menunggu panen raya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi