BNI. Medcom/Husen M.
BNI. Medcom/Husen M.

BNI Salurkan Kredit Rp512,78 Triliun Sepanjang 2018

Ekonomi bni
Husen Miftahudin • 23 Januari 2019 18:03
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyalurkan kredit sepanjang 2018 sebanyak Rp512,78 triliun. Kredit yang disalurkan BNI itu tumbuh 16,2 persen year on year (yoy) dari penyaluran tahun sebelumnya sebesar Rp441,31 triliun.
 
"Penyaluran kredit BNI didorong oleh kredit pada segmen korporasi swasta sebesar 29,6 persen dari total kredit yang disalurkan. Adapun nilai penyaluran kredit pada segmen korporasi swasta mencapai Rp151,71 triliun atau tumbuh 12,9 persen (yoy)," kata Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah dalam konferensi pers Paparan Kinerja BNI Tahun 2018 di kantor pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Endang menjelaskan, kredit BNI sepanjang 2018 itu juga tersalurkan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 21,6 persen, dengan total Rp110,99 triliun atau tumbuh 31,6 persen (yoy). Untuk kredit pada segmen usaha menengah, Endang mengaku pihaknya telah menjaga pertumbuhan yang moderat sebesar 6,4 persen (yoy) menjadi Rp74,73 triliun pada akhir 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk kredit pada segmen usaha kecil, BNI berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,0 persen (yoy) menjadi Rp66,06 triliun pada akhir tahun 2018," ungkap Endang.
 
Di sisi lain, kredit payroll tercatat menjadi kontributor utama penyaluran kredit di segmen konsumer pada 2018, dengan pertumbuhan 34,2 persen (yoy) menjadi Rp23,74 triliun di akhir 2018.
 
Sementara, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BNI tercatat tumbuh 9,9 persen (yoy) menjadi sebesar Rp40,75 triliun. Sedangkan pertumbuhan kartu kredit mencapai 7,9 persen (yoy) sebesar Rp12,56 triliun pada akhir 2018.
 
"Penyaluran kredit tersebut sebagian besar dilakukan dalam skema Kredit Modal Kerja (KMK) yang mencapai 52,5 persen dari total kredit yang disalurkan, atau senilai Rp269,26 triliun pada akhir 2018," jelas dia.
 
Nilai KMK tersebut, sambung Endang, tumbuh 19,0 persen (yoy) dibandingkan posisi akhir 2017 yang mencapai Rp226,19 triliun. Penyaluran kredit disalurkan dalam bentuk Kredit lnvestasi (Kl) sebesar 29,1 persen dari total kredit atau senilai Rp149,27 triliun pada akhir 2018. Nilai Kl tersebut tumbuh 14,6 persen (yoy) dari posisi 2017 yang mencapai Rp130,29 triliun.
 
"Sepanjang 2018, kredit BNI disalurkan secara selektif dan fokus pada pembiayaan sektor-sektor unggulan yang memiliki risiko terkendali atau relatif rendah, antara lain sektor manufaktur dengan porsi 19,1 persen dari total kredit yang disalurkan. Nilai kredit ke sektor manufaktur tersebut mencapai Rp98,03 triliun atau tumbuh 32,0 persen (yoy) dibandingkan tahun 2017 yang mencapai Rp82,74 triliun," ujarnya.
 
Kredit BNI lainnya disalurkan pada sektor perdagangan, restoran, dan hotel sebesar 17,5 persen dari total kredit. Kemudian jasa usaha (10,3 persen), konstruksi (6,7 persen), transportasi, pergudangan, dan komunikasi (6,1 persen), pertambangan (3,6 persen), serta jasa sosial (3,1 persen).

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif