Menko Maritim Luhut Pandjaitan (kedua dari kanan). (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)
Menko Maritim Luhut Pandjaitan (kedua dari kanan). (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)

RI-Malaysia Bersatu Lawan Diskriminasi Sawit UE

Ekonomi minyak sawit kelapa sawit
Suci Sedya Utami • 08 April 2019 12:14
Jakarta: Indonesia dan Malaysia telah melayangkan surat bersama yang ditujukan pada Uni Eropa terkait diskriminasi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Surat tersebut telah dilayangkan Minggu malam, 7 April 2019.
 
Hal itu diutarakan oleh Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. Dia mengatakan Indonesia dan Malaysia merupakan negara penghasil terbesar sawit yakni sekitar 85 persen.
 
Luhut mengatakan Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad telah menandatangani surat bersama tersebut. Ia mengungkapkan isi surat tersebut yakni tentang keberatan terhadap larangan CPO oleh Uni Eropa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Presiden sudah tanda tangan surat bersama dengan Mahatir tentang gebrakan kita mengenai rencana dari Uni Eropa mau ban sawit Indonesia," kata Luhut di Kemenko Maritim, Jakarta, Senin, 8 April 2019.
 
Luhut mengatakan apabila Uni Eropa tetap kukuh terhadap rencana larangan CPO maka Pemerintah Indonesia akan mengadu ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).
 
Selain itu pemerintah juga akan terus melakukan berbagai opsi untuk tetap menyelamatkan 20 juta petani sawit di Tanah Air agar tetap hidup. Pemerintah akan mencari pasar baru untuk produk-produk CPO Indonesia.
 
"Tentu kita akan cari pasar baru, bukan hanya pasar saja, penggunaan di dalam negeri juga paling besar seperi B20, B30 hingga B100 atau greenfuel," tutur dia.
 
Lebih jauh Luhut menambahkan termasuk opsi untuk keluar dari perjanjian di Paris (Paris Agreement) terkait perubahan iklim. Luhut mengatakan Indonesia akan mengikuti langkah Amerika Serikat yang juga telah mundur dari kesepakatan tersebut.
 
"AS saja bisa, Brasil saja bisa kenapa kita tidak bisa. Kalau bicara lingkungan, AS keluar juga dari climate change. Kita firm karena ini kepentingan nasional, karena rakyat kecil. Presiden Jokowi di Solo bilang firm enggak main-main," jelas Luhut.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif