Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda (kiri) dan Direktur Jenderal PDSPKP Rifky E Hardijanto (Kanan). Foto: Husen Miftahudin/Medcom.id
Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda (kiri) dan Direktur Jenderal PDSPKP Rifky E Hardijanto (Kanan). Foto: Husen Miftahudin/Medcom.id

KKP Gaet Perum Perindo Perkuat Logistik Perikanan

Ekonomi perikanan
Husen Miftahudin • 16 Februari 2019 21:36
Jakarta: Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) untuk memperkuat sistem logistik sektor perikanan nasional. Sistem logistik yang terintegrasi akan meningkatkan kualitas dan nilai perikanan.
 
Direktur Jenderal PDSPKP Rifky Hardijanto mengatakan pemanfaatan cold storage mampu meningkatkan data saing produk perikanan domestik. Sehingga dapat menembus pasar internasional.
 
"Cold storage adalah komponen penting agar kualitas perikanan kita lebih baik. Maka dari itu, kami (KKP) bersinergi dengan Perum Perindo untuk mengelola beberap aset cold storage kita," tutur Rifky dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu, 16 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KKP, ungkap Rifky, menggaet Perum Perindo lantaran perusahaan BUMN ini bergerak untuk pemanfaatan aset negara demi kesejahteraan masyarakat. "Upaya kerja sama ini untuk lebih memanfaatkan aset negara untuk meningkatkan ekonomi rakyat," jelas dia.
 
Ia berharap Perum Perindo untuk bisa memanfaatkan cold storage agar bisa memberikan manfaat besar terhadap pembangunan ekonomi nasional. "Sektor perikanan punya potensi untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan perikanan nasional kita," tuturnya.
 
Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda menambahkan, penandatanganan ini menjadi momentum sinergi antara KKP dan Perum Perindo sebagai BUMN perikanan. Dukungan itu akan memperkuat posisi Perum Perindo untuk membantu pengembangan industri perikanan di Tanah Air.
 
Penandatanganan kerja sama ini, Perum Perindo akan memanfaatkan cold storage di tiga lokasi, yakni cold storage berkapasitas 50 ton di PPN Prigi, cold storage kapasitas 400 ton di PPN Brondong, dan cold storage berkapasitas 100 ton di PPN Ternate.
 
Pemanfaatan cold storage ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2014 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN). Beleid ini upaya pemerintah untuk mengatur dan menata logistik hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi pangan masyarakat secara berkelanjutan.
 

(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif