UMKM. Dok : MI.
UMKM. Dok : MI.

Banyak Kemasan Produk IKM Kurang Oke

Ekonomi umkm
Nia Deviyana • 13 Desember 2018 19:05
Jakarta: Kementerian Perindustrian mengatakan salah satu kendala dari Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam berjualan daring adalah kurangnya daya tarik dari sisi pengemasan. Sebab itu, Ditjen Industri Kecil dan Menengah terus meningkatkan daya saing IKM melalui perbaikan kualitas kemasan.

Banyaknya kemasan yang masih sederhana ini disebabkan keterbatasan pengetahuan dan wawasan pengusaha IKM mengenai kemasan, terbatasnya ketersediaan bahan,  serta berlakunya minimum order.

"Kondisi ini menyebabkan produk IKM menjadi kurang menjual padahal mutunya sudah cukup baik," ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih saat ditemui di JS Luwansa, Kamis, 13 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Gati mengatakan, Kemenperin memberikan fasilitas berupa desain kemasan dan mockup kemasan kepada IKM untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hingga 2017, telah dibantu sekitar 6.998 desain kemasan dan 7.396 desain merek kepada 2.832 IKM, serta bantuan cetakan kemasan yang diberikan kepada 371 IKM. "Pada 2018, pengembangan IKM memang difokuskan pada pembinaan dan peningkatan kualitas kemasan," tambah Gati.

Gati mengatakan, pihaknya juga memberikan dukunga untuk memperbaiki kualitas kemasan dengan membentuk Klinik Desain Kemasan dan Merek sejak 2003.

Klinik Desain Kemasan dan Merek melayani bimbingan dan konsultasi pengembangan desain kemasan dan merek pada IKM di daerah-daerah, memberi bantuan cetak kemasan, desain kemasan, dan merek untuk IKM yang datang langsung.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga mendorong IKM untuk naik kelas, yakni dengan pemanfaatan teknologi terkini sehingga dapat lebih mendongkrak pendapatannya. Misalnya, mengajak bergabung dalam program e-Smart IKM yang bertujuan meningkatkan akses pasar melalui fasilitas internet marketing.

"Di era ekonomi digital, salah satu langkah strategis yang perlu didorong untuk IKM adalah kemudahan access to market. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0," tegas Airlangga.

Menperin menjelaskan, di era revolusi industri 4.0, IKM tidak harus punya toko atau berjualan di mal. Saat ini, mereka bisa masuk ke e-commerce platform dan produknya dijual lewat distribusi network

"Ini untuk empowerment IKM ke depannya, karena kunci industri 4.0 adalah peningkatan produktivitas," kata dia.


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi