Ilustrasi pedagang beras - - Foto: MI/ Jhoni
Ilustrasi pedagang beras - - Foto: MI/ Jhoni

Bulog Jamin Tak Ada Impor Beras hingga Akhir Tahun

Ekonomi bulog impor beras
Desi Angriani • 03 Mei 2019 14:42
Jakarta: Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menjamin tidak akan melakukan impor beras hingga akhir 2019. Pasalnya, stok beras di gudang Bulog mencapai 2,1 juta ton alias melimpah.
 
"Kalau beras saya jamin insya Allah sampai akhir tahun ini enggak akan ada impor, gitu loh. Nanti saya buktikan," ujar Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 3 Mei 2019.
 
Buwas menuturkan Bulog terus menyerap beras petani lokal. Kini, kebutuhan beras di pasar induk pun melimpah sehingga intervensi pasar belum diperlukan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya pasti lah, sampai sekarang beras kita gak keluar. Kita tapi menyerap terus jadi nambah nambah. Karena sekarang kebutuhan beras di pasar melimpah, tidak mungkin di suplai lagi," ungkap dia.
 
Karenanya, Bulog baru akan melakukan operasi pasar saat terjadi gejolak kenaikan harga. Menurutnya, gejolak harga cenderung terjadi menjelang puasa dan lebaran. Namun pemerintah telah mengantisipasi hal tersebut dengan menjaga ketersediaan bahan pokok.
 
"Kalau suplai nya imbang saya kira enggak mungkin naik, karena kan ini tergantung suplai nya nih. Kita sementara ini ndak ada, kalau liat aja gejolak nanti harga naik karena kebutuhan banyak, kita langsung turunkan operasi. Untuk intervensi," pungkas dia.
 
Presiden Joko Widodo sebelumnya mengakui masih ada masalah yang belum terselesaikan terkait produksi beras. Persoalan itu pula yang lantas membuat pemerintah melalui Perum Bulog masih harus melakukan impor sebanyak 1,8 juta ton sepanjang tahun lalu.
 
Melalui impor tersebut, masalah produksi yang minim kini bisa teratasi. Stok di seluruh gudang Perum Bulog, pada akhir Desember 2018, mencapai 2,1 juta ton. Sangat berbeda pada tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya menyisakan persediaan tidak sampai satu juta ton pada penghujung tahun.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif