Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Saiful)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Saiful)

Jokowi Rangkul Nelayan & Petani Masuk ke Perbankan

Ekonomi inklusi keuangan
Githa Farahdina • 18 November 2016 17:10
medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merangkul petani, nelayan, buruh, dan pengusaha mikro untuk masuk ke sistem perbankan Indonesia. Cara ini diyakini mampu menambah jumlah persentase target inklusi keuangan.
 
Menurut Jokowi, apabila langkah ini dilakukan maka stabilitas keuangan Indonesia akan lebih baik. Bahkan bukan tak mungkin tidak usah meminjam lagi ke lembaga di luar negeri.
 
Baca: Indeks Inklusi Keuangan Baru 36%, Jokowi Pasang Target Ambisius

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena sekarang masih banyak uang masyarakat yang belum masuk ke sistem keuangan, tapi tersimpan di bawah kasur, bawah bantal, bawah lemari, banyak sekali. Terbukti waktu tax amnesty, yang dari bawah kasur, bawah bantal, keluar semua meski saya tahu itu belum semua," tutur Jokowi, saat peluncuran Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11/2016).
 
Kemudian, berkaitan dengan agunan, Jokowi menginstruksikan ke Kepala Bappenas Sofyan Djalil agar target sertifikasi lahan ditingkatkan karena akan memudahkan masyarakat ke akses bank, tanpa agunan.
 


 
"Sehingga jangan harap akan ada lonjakan ke target 75 persen tercapai. Pada 2017 biasanya hanya 1 juta sertifikat, nanti 5 juta, naik terus 7 juta, 2019 jadi sembilan juta," papar dia.
 
Jokowi menekankan, hal ini merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah. Menurut dia, dalam meningkatkan inklusi keuangan merupakan hal penting untuk perjuangan melawan kemiskinan dan kesenjangan sosial. "Tanpa ini sulit," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif