Atasi Perang Dagang, Pemerintah Fokus Jaga Defisit Perdagangan

Dian Ihsan Siregar 22 Juli 2018 15:10 WIB
Perang dagang
Atasi Perang Dagang, Pemerintah Fokus Jaga Defisit Perdagangan
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (kiri). Dok:MI.
jakarta: Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan demi menghadapi kondisi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, I‎ndonesia harus bisa menjaga posisi neraca perdagangan yang kini masih defisit sebesar USD1,03 miliar.

"Total defisit neraca perdagangan kita tidak terlalu besar USD1,03 miliar. Tapi kalau dilihat dari migas saja defisit USD5,4 miliar. Nonmigas surplus USD4,4 miliar. Maka itu yang harus kita atasi," ucap Darmin, ‎ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Minggu, 22 Juli 2018.

Demi mengatasi defisit, bilang dia, pemerintah sudah mempercepat realisasi kebijakan B20 untuk bio diesel. Ketika kebijakan itu terlaksana dengan baik, maka ‎Indonesia bisa menghemat devisa lewat penurunan impor migas. Pada akhirnya, hal ini bisa menambal defisit neraca perdagangan.

Walaupun begitu‎, dia mengaku, kebijakan B20 tidak bisa berjalan dalam beberapa bulan ke depan. Setidaknya perlu waktu setengah tahun, agar kebijakan itu bisa terlaksana dengan baik.

"Enam bulan ke depan, kalau ini bisa berjalan penuh B20 atau 90 persen saja, maka membuat neraca perdagangan migas kita bisa surplus," ucap dia.

Kemudian, sambung dia, pemerintah juga akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD). Dengan begitu, bisa menghadang ekonomi global yang saat ini tidak stabil. "Pemerintah pun perlu menjaga arus modal asing. Supaya investasi asing tertarik ke Indonesia," pungkas Darmin.


 



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id